Wali Kota Ambon Sebut Presiden Jokowi Siapkan Sanksi Penggunaan Masker

Hari pertama pelaksanaan Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB) transisi di Kota Ambon, Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy terjun ke Pasar Mardika. Terlihat menggunakan pengeras suara, ia juga mengajak masyarakat tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Louhenapessy mengatakan, ajakan sekaligus bertujuan untuk mengedukasi masyarakat yang ada terkait penggunaan masker.

Kata dia, hal itu seiring dengan rencana Presiden RI, Joko Widodo dalam waktu dekat akan mengeluarkan Intruksi presiden terkait sanksi penggunaan masker. "Kenapa kita laksanakan ini karena dalam waktu dekat pak presiden akan terbitkan inpres tentang sanksi penggunaan masker," jelasnya. "Oleh karena itu kita mesti sosialisasi terus kepada masyarakat untuk menggunakan masker secara baik jangan sampai kalau instruksi sudah turun lalu aparat hukum bertindak kan kasihan, itu yang perlu masyarakat tahu," ujarnya.

Louhenapessy mengakui hingga saat ini tingkat kesadaran masyarakat sudah sangat tinggi tentang pentingnya menggunakan masker. Namun masih ada saja masyarakat yang belum betah menggunakan maskerterlihat saat masker seringkali dilepas atau diturunkan. "Secara objektif masyarakat itu sudah semakin tahu sudah semakin sadar bagaimana pentingnya itu memakai masker, menjaga jarak lalu cuci tangan."

"Itu kalau kita lihat cuma memang ada yang masih tidak betah dia pakai masker tapi suatu waktu dia lepas nah ini mesti diedukasi terus untuk itu," tuturnya. Dikatakan, pasar memang menjadi di tempat yang tepat untuk sosialisasi penggunaan masker mengingat lokasinya terbatas sedangkan masyarakatnya sangat banyak. Hal itu membuat pelaksanaan protokol kesehatan terutama penggunaan masker penting digunakan oleh masyarakat.

Sementara itu dirinya mengatakan untuk PSBB transisi ini memang sudah ada kelonggaran bagi aktivitas dan usaha masyarakat. Untuk pintu masuk ke Kota Ambon akan diperketat guna memastikan orang yang masuk tidak membawa virus covid 19. Menurutnya untuk pintu pintu masuk Kota Ambon sendiri yang diperketat tak hanya untuk check poin yang telah ada selama PSBB saja tapi juga terutama di bandara maupun pelabuhan.

"Pengawasan akan diperketat saya sudah atur schedul nya itu 1 hari itu berapa pengawasan turun termasuk juga untuk bandara dan pelabuhan," terangnya. Dia berharap apa yang dilakukan pemerintah kota maupun berbagai pihak terkait, dapat membawa Kota Ambon menuju daerah yang masuk pada zona kuning pada zona sekarang yang berada pada zona orange. "Saya harap apa yang dilakukan ini dapat membawa dampak baik untuk warga Kota dan membawa Ambon sendiri menuju kawasan zona kuning hingga hijau penanganan covid pada akhirnya" tutupnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *