Update Kasus Jemput Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Surabaya, 4 Orang Tersangka, Ini Kata Polisi

Kasus penjemputan paksa jenazah pasien Covid 19 di Rumah Sakit Paru, Surabaya menemui babak baru. Ada sekitar 10 orang yang terlibat dan tengah menjalani pemeriksaan polisi. Sebanyak empat orang ditetapkan sebagai tersangka atas peristiwa tersebut.

Sedangkan enam orang lainnya masih didalami peran mereka. Seperti yang diberitakan sebelumnya, sempat viral video yang menunjukkan warga Pegirian, Kecamaan Semampir, Kota Surabaya, Jawa Timur membawa Jenazah Covid 19 pulang. Dalam video yang beredar, warga yang membawa jenazah pasien Covid 19 tersebut tidak mengenakan APD.

Mereka membawa jenazah beserta kasur rumah sakitnya. Viralnya kejadian tersebut dibenarkan oleh Camat Semampir, Siti Hindun Robba Humaidiyah. Diungkapkan Siti Hindun, peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (4/6/2020).

Jenazah pasien Covid 19 dibawa pulang tanpa menerapkan protokol kesehatan. Bahkan jenazah didorong beserta kasurnya. Keluarga pasien memaksa membawa pulang jenazah.

Mereka bersikukuh bahwa keluarganya meninggal bukan karena Covid 19. Padahal pasien tersebut sudah dinyatakan positif Covid 19. "Memang itu warga Pegirian. Mereka menganggap itu bukan Covid 19, padahal hasil swab nya itu positif," kata Hindun, dikutip dari Surya, Senin (8/6/2020).

Kini empat orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal itu diungkapkan oleh Kabid Humas Polda Jatim Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko. Wisnu mengatakan, keempat orang yang termasuk kerabat jenazah tersebut dianggap berperan aktif dalam pengambilan paksa jenazah.

Mereka juga terbukti menggunakan kekerasan dan mengancam petugas medis. "Keempatnya juga terbukti menggunakan kekerasan dan mengancam petugas medis saat menjemput paksa jenazah," terang Wisnu, saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (12/6/2020), dikutip dari Kompas.com. Diungkapkan Wisnu, 6 orang lainnya yang juga diperiksa Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dalam kasus tersebut masih didalami perannya.

"Yang enam orang masih didalami perannya, karena peran masing masing saksi berbeda," ujarnya. Kini keempat tersangka dijerat dengan pasal berlapis, seperti Undang Undang Karantina, Undang Undang Wabah Penyakit, serta KUHP Pasal 214 dan Pasal 216 tentang perlawanan secara bersama sama kepada petugas berwenang. Mereka terancam hukuman penjara di atas lima tahun.

Video aksi penjemputan paksa jenazah Covid 19 itu viral di media sosial. Berdasarkan keterangan dari Dirut RS Paru Karang Tembok, pasien tersebut meninggal pada 4 Juni 2020 dini hari. Sekelompok orang dari kerabat jenazah tiba di rumah sakit meminta untuk melihat langsung jenazah untuk memastikan yang meninggal merupakan anggota keluarga mereka.

Petugas medis kemudian menyiapkan APD untuk keluarga pukul 09.00 WIB. Namun, pukul 11.00 WIB, ada sekitar 10 sampai 11 orang mendatangi ruang isolasi jenazah dan tiba tiba membawa paksa jenazah beserta tempat tidurnya. Petugas sekuriti yang berjaga tak bisa menahan tindakan keluarga yang datang bergerombol tersebut.

Saat petugas mendatangi rumah duka, mereka justru mendapat menolakan dari segerombol orang yang berada di sana. Massa bahkan melakukan tindakan anarkistis dengan memukul mobil ambulans dan mendorong petugas. Para petugas itu sampai harus bersembunyi di depot isi ulang agar bisa menghindari amukan massa.

Jajaran Muspika dan tokoh masyarakat mendatangi rumah keluarga dan melakukan mediasi. Petugas meminta agar keluarga membolehkan jenazah dimakamkan sesuai dengan protokol Covid 19. Keluarga akhirnya mengizinkan dan jenazah dimakamkan di salah satu pemakaman di Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *