Rusia Sebut 60 Persen buat Gaji Karyawan Alokasikan Anggaran buat Maskapai Terdampak Corona

Pemerintah Rusia mengalokasikan dana sebesar 315 juta dolar Amerika Serikat (AS) dari cadangan kas yang dimiliki untuk membantu keuangan maskapai melalui otoritas penerbangan nasional Rusia, Rosaviatsiya, selama masa pandemi virus corona (Covid 19). Perlu diketahui, sebulan setelah langkah itu kali pertama disarankan oleh Presiden Vladimir Putin, pemerintah Rusia pun akhirnya menggelontorkan 23,4 miliar rubel atau setara 315 juta dolar AS. Dana subsidi ini memang dianggarkan khusus untuk membantu maskapai Rusia dalam mengatasi kerugian akibat krisis yang disebabkan corona.

Dikutip dari laman Rusaviainsider.com, Jumat (15/5/2020), pembahasan mengenai anggaran ini dilakukan dua bulan setelah Rusia memberlakukan pembatasan ketat pada koneksi udara internasionalnya. Layanan pers kabinet pemerintah Rusia pun telah mengkonfirmasi bahwa dana yang dialokasikan dari cadangan pemerintah itu sedang dicairkan melalui otoritas penerbangan nasional Rosaviatsiya. Maskapai maskapai Rusia yang disetujui untuk mendapatkan kompensasi akan menerima pembayaran dukungan negara secara bulanan.

Subsidi ini dapat digunakan untuk menutupi biaya yang dikeluarkan antara Februari hingga Juli mendatang, karena krisis akibat pandemi ini. Setidaknya 60 persen dari subsidi tersebut harus diarahkan untuk penggajian para karyawan, dan maksimal 30 persen untuk menutupi pembayaran sewa. Sementara 10 persen sisanya dapat digunakan untuk membayar biaya parkir pesawat, perawatan peralatan, dan biaya operasional lainnya.

Perlu diketahui, hanya maskapai penerbangan yang telah melanjutkan operasi dan belum memberhentikan lebih dari 10 persen penerbangan dan awak kabin mereka saja, yang memenuhi syarat untuk menerima bantuan negara. Sementara itu ada sejumlah maskapai yang didiskualifikasi dari daftar kelayakan untuk mendapatkan bantuan tersebut. Maskapai itu meliputi Nordwind dan Pegas Fly, maskapai charter Azur Air, Royal Flight dan IFly, bahkan anak perusahaan Aeroflot yang berbiaya rendah Pobeda Airlines.

Hal itu karena mereka semua membatasi operasional pada April lalu. Regulator mengatakan bahwa Aeroflot Group, yang meliputi maskapai induk dan anak perusahaan Rossiya, Pobeda dan Aurora, sebenarnya telah mengajukan aplikasi kepada Rosaviatsiya untuk memperoleh kompensasi dari Februari hingga April 2020. Namun subsidi ini tampaknya tidak berlaku bagi Pobeda Airlines.

Selain itu, pemerintah Rusia juga sedang membahas tambahan stimulus sebesar 10,1 miliar rubel sebagai dana bantuan keuangan terpisah bagi bandara bandara negara yang terdampak corona. Kementerian Transportasi Rusia pun telah meminta alokasi sebesar 30 miliar rubel dari dana federal untuk maskapai penerbangan. Namun ini tergantung pada kinerja kolektif maskapai domestik pada kuartal kedua tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *