Refly Harun Ngaku Bisa Menang di Peradilan soal Kasus Pencopotannya dari Pelindo I oleh Erick Thohir

Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan dirinya bisa memenangkan gugatan di pengadilan soal kasus pencopotannya dari jabatan Komisaris Utama (Komut) Pelindo I. Meskipun demikian, ia mengaku tidak ingin mempersoalkan hal tersebut lebih panjang. Refly mengatakan ia tak ingin dianggap ngotot mau mempertahankan posisi Komut di sebuah perusahaan milik negara.

Dikutip dari YouTube Refly Harun , Selasa (28/4/2020), awalnya Refly menyampaikan fakta bahwa masa jabatannya memang belum berakhir saat ia dicopot. "Saya ingin share mengenai soal yang terkait Pelindo I dulu, jadi per 20 April kemarin memang saya diberhentikan, diganti dan lain sebagainya," papar Refly. "Yang jelas memang kalau dihitung dari masa jabatan memang belum lima tahun," lanjutnya.

Namun di sisi lain ia mengatakan bahwa masa jabatan memang tidak ada hubungannya dengan pencopotan dirinya, sebab pemegang saham tetap berkuasa penuh untuk menggantinya setiap saat. "Dalam Undang undang BUMN memang dikatakan bahwa masa jabatan lima tahun dengan tidak mengurangi hak pemegang saham untuk mengganti suatu waktu," ujar Refly. Lalu Refly membahas apakah pencopotannya adalah tindakan yang sewenang wenang.

Berkaitan dengan hal tersebut, Refly enggan menjawab ya atau tidak, ia hanya menyinggung alasan penyegaran jajaran komisaris yang menjadi sebab dirinya dicopot. "Kalau kita bicara ilmu pengetahuan ada yang namanya administrasi pemerintahan, jadi undang undang administrasi pemerintahan itu mengajarkan pada kita kalaupun kita punya kewenangan itu tidak boleh sewenang wenang," jelas Refly. "Apakah penggantian saya sewenang wenang? Wah saya tidak mau membahasnya lebih lanjut karena yang saya baca katanya penyegaran tentu saya tidak tahu alasan lebih lanjutnya," tambah dia.

Refly mengatakan apabila ia berniat membawa kasus pencopotannya ke peradilan tata usaha negara, ia memiliki peluang untuk memenangkan tersebut. "Tapi saya pribadi tidak ingin mempersoalkan dalam pengertian begini," ujar Refly. "Kalau saya persoalkan ini dalam ranah hukum saya punya peluang untuk memenangkan gugatan itu dalam peradilan Tata Usaha Negara," tambahnya.

Namun ia mengatakan dirinya tidak melakukan tersebut lantaran tidak ingin dicap ngotot mempertahankan jabatannya. "Tapi coba bayangkan Refly Harun menggugat pemberhentiannya, penggantiannya sebagai Komisaris Utama, apa kata dunia?" kata dia. Bukan sedih, Refly mengakui dirinya justru berterimakasih atas pencopotannya, dan kepercayaan negara yang pernah menjadikannya Komisaris Utama.

"Nanti dunia menganggap bahwa saya ingin terus menerus menjadi Komisaris Utama, padahal saya pribadi dalam kesempatan ini ya berterima kasih kepada negara, kepada pemerintah yang sudah memberi kepercayaan pada saya menjadi Komisaris Utama," katanya. Refly kembali menekankan bahwa ia tidak mempermasalahkan soal pencopotan. "Dan saya kira diganti atau tidak diganti itu soal sooner or later (cepat atau lambat)," jelas dia.

Ia mengatakan bahwa selama ini dirinya hanya berusaha bersikap jujur kepada pemerintah. "Apalagi kalian tahu bahwa sikap saya bagaimana selama ini terhadap pemerintahan, saya berusaha sejujurnya," katanya. Dikutip dari Kompas.com, Selasa (21/4/2020), Staf Khusus Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga menjelaskan bahwa tidak ada unsur politis dalam pencopotan Refly.

Selain Refly terdapat tiga dewan Komisaris Pelindo I yang dicopot bersama Refly. “Kan empat (komisaris Pelindo I) yang diganti, bukan hanya satu (komisaris),” ujar Arya kepada Kompas.com, Selasa (21/4/2020). Arya mengatakan dengan pencopotan empat dewan komisaris tersebut, diharapkan kinerja Pelindo I dapat meningkat.

“Jadi itu refreshing saja, artinya perlu refreshing di Pelindo, sehingga kita ganti empat orang. Jadi mudah mudahan dengan refreshing ini membuat Pelindo I juga akan semakin bergairah kinerjanya, dan bisa menghadapi Corona juga,” kata Arya. Berikut adalah jajaran komisaris Pelindo I sebelum, dan sesudah diganti oleh Erick Thohir. Saat ini jajaran komisaris PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) adalah sebagai berikut :

1. Achmad Djamaludin Komisaris Utama 2. Arman Depari Komisaris 3. Herbert Timbo Parluhutan Siahaan Komisaris Independen 4. Ahmad Perwira Mulia Tarigan Komisaris Independen 5. Irma Suryani Chaniago Komisaris Independen 6. Winata Supriatna Komisaris. Seperti diketahui, jajaran Komisaris Pelindo I sebelumnya sebagai berikut: 1. Refly Harun Komisaris Utama merangkap sebagai komisaris independen 2. Heryadi Komisaris Independen 3. Bambang Setyo Wahyudi Komisaris 4. Lukita Dinarsyah Tuwo Komisaris 5. Winata Supriatna Komisaris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *