Psikolog Beri Tips agar Remaja Tak Meniru Viral Penggemar K-Pop Buat Video Seolah-olah Dicium Idola

Viral video TikTok dari penggemar K Pop yang seolah olah tengah berciuman dengan idolanya. Sejumlah penggemar yang meramaikan tren tersebut, mengedit video dari siluet idola dan dirinya. Tak hanya mencium bibir, idola K Pop tersebut juga dibuat seperti mencium leher dan perut yang tengah hamil.

Tren di TikTok yang menjadi viral itu, diketahui dari unggahan sebuah akun Twitter pada Sabtu (18/7/2020) lalu. Pemilik akun tersebut tak setuju jika sejumlah penggemar K Pop membuat video TikTok seperti itu. Dalam utas tersebut terungkap, tren tersebut awalnya dipopulerkan oleh penggemar K Pop luar negeri.

Setelah itu, sejumlah penggemar K pop di Indonesia mencoba untuk mengikuti tren di TikTok tersebut. Psikolog keluarga, Adib Setiawan SPsi MPsi mengatakan, perilaku penggemar tersebut bukan penyimpangan seksual. Namun, menurutnya membuat video seolah olah berciuman seperti itu berlebihan.

Ia pun meminta agar para penggemar tetap menjunjung norma yang diterapkan di Indonesia. Psikolog di www.praktekpsikolog.com itu kemudian memberi tips agar remaja yang menonton video TikTok tersebut tak meniru. Menurutnya, penggemar K Pop yang sebagian besar adalah remaja tersebut harus mengontrol diri.

Sehingga, bisa berperilaku sewajarnya sebagai seorang penggemar. Ia kembali menegaskan, penggemar K Pop di Indonesia harus tetap menjunjung norma yang berlaku. "Biar enggak meniru ya kontrol diri, harus tahu norma."

"Yang penting kita harus sadar bahwa norma harus dijunjung tinggi," katanya. "Pantas enggaknya itu kan naluri masing masing, pantas enggak kalau sama idolanya seperti itu," jelas Adib. Dirinya kembali menegaskan, perilaku penggemar yang membuat video seolah olah berciuman dengan idola K Pop itu tak pantas.

Sehingga, penggemar lain yang menonton video di TikTok tersebut sebaiknya tidak meniru. "Kalau memang mau membayangkannya sendiri dan orang lain enggak tahu, ya itu sah sah saja." "Tapi kalau membayangkan terus divisualkan, menurut saya itu berlebihan," ungkapnya.

"Jadi kontrol diri, cari pacar yang beneran aja. Itu lebih produktif, lebih manusiawi," terang psikolog yang berkantor di Bintaro, Jakarta Selatan itu. Adib Setiawan juga memberi tips menjadi penggemar yang wajar terhadap idolanya. Menurutnya, penggemar yang menyukai lagu hingga fisik idolanya itu wajar.

"Dalam arti sewajarnya itu kan suka lagunya, suka kecantikannya, kegantengannya, itu kan masih wajar saja." "Tapi nanti jangan terobsesi tanpa mau berinteraksi dengan teman teman lain," terang dia. Psikolog yang juga berpraktik di Klinik Terapi Anak dan Dewasa YPPI itu berujar, berinteraksi dengan teman sebaya itu penting.

Sehingga, remaja yang mempunyai idola tersebut juga harus berinteraksi dengan temannya. "Mengidolakan boleh, tapi tetap berinteraksi sosial dengan teman seusia yang lain," ungkapnya. "Jangan terlalu mengidolakan terus pendiam enggak mau berinteraksi, jangan," tegas dia.

Menurutnya, interaksi yang baik tersebut bagus untuk perkembangan remaja. "Tetap berinteraksi dengan teman sebaya, karena memungkinkan bisa punya pacar, teman dekat." "Sehingga, remaja bisa berkembang sesuai dengan usianya," pungkas Adib.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *