Prajurit TNI AD Korban Kecelakaan Helikopter MI 17 di Kendal Kesehatannya Sempat Drop Sebelum Wafat

Sebelum wafat pada Sabtu (13/6/2020) kemarin kondisi kesehatan anggota prajurit TNI AD korban kecelakaan helikopter MI 17 di Kendal Jawa Tengah, Almarhum Lettu Cpn Vira Yudha, sempat turun. Dokter yang menangani Vira di RS dr Kariadi Semarang, dr Hasyim, mengatakan Vira sempat mengalami penurunan fungsi fungsi organ vital khususnya ginjal ketika dirawat secara intensif di rumah sakit tersebut. Hal tersebut disampaikan Hasyim dalam teleconference kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa dalam tayangan TNI AD 60" yang diunggah di akun Instagram resmi TNI AD, @tni_angkatan_darat, pada Jumat (12/6/2020).

"Untuk pasien Vira ini memang banyak terjadi penurunan fungsi fungsi organ vital. Fungsi ginjalnya sudah menurun," kata Hasyim. Karena itu Hasyim beserta tim melakukan CRRT (terapi untuk pasien ginjal kronis). Setelahnya kondisi Vira berangsur membaik secara perlahan.

"Tadi malam kita rencanakan hemodialisa. Hemodialisa secara biasa tidak bisa kemarin, hanya berlangsung selama 1 jam. Kondisi menurun sekali. Sehingga kita bantu dengan CRRT. Tadi pagi kita jalani CRRT. Hari ini CRRT running hari pertama. Kondisi mulai ada perkembangan sedikit demi sedikit," kata Hasyim. Selain itu Almarhum Vira juga diketahui mengalami lika bakar 23 persen pada derajat dua dan tiga. Selain itu, kata dokter yang juga sempar menangani Almarhum Vira, dr Budiman, almarhum juga mengalami cedera kepala sedang sampai berat.

Hal itu disampaikan Budiman dalam laporannya kepada Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa lewat teleconference dalam tayangan TNI AD 60" yang diunggah lewat akun Instagram resmi TNI AD, @tni_angkatan_darat, pada Rabu (10/6/2020). "Letnan Satu Cpn Vira. Bahwa yang bersangkutan mengalami luka bakar derajat dua dan tiga 23 persen. Tidak terlalu luas. Pada pasien ini mengalami cedera kepala. Cedera kepalanya sedang sampai berat," kata Budiman. Diberitakan sebelumnya, kabar duka kembali melanda keluarga besar TNI AD setelah pada Sabtu (13/6/2020) kemarin, mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo tutup usia, kali ini seorang prajurit TNI AD korban kecelakaan helikopter MI 17 di Kendal beberapa waktu lalu, Kapten Cpn Vira Yudha, wafat pada Sabtu (13/6/2020) ketika tengah menjalani perawatan intensif di RSUP dr Kariadi Semarang Jawa Tengah.

"Salah satu korban kecelakaan Helikopter Mi 17 Penerbad, Lettu Cpn Vira Yudha, menghembuskan nafas terakhirnya setelah sempat dirawat intensif selama tujuh hari di RS Kariadi, Semarang. Lettu Cpn Vira Yudha dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu malam 13 Juni 2020 pukul 20.10 WIB di RS dr Kariadi Semarang," kata Nefra dalam keterangan persnya yang diunggah di laman resmi TNI AD, tniad.mil.id, pada Minggu (14/6/2020). Nefra mengatakan Almarhum Vira adalah perwira lulusan Akademi Militer Magelang tahun 2013 yang menjabat sebagai perwira penerbang II Siud Heli Serbu I, Flite Heli B, di Skadron 31/Serbu Penerbad yang bermarkas di Lanumad Ahmad Yani, Semarang. Nefra mengatakan Almarhum Vira sebelum akhirnya dirawat di RSUP Dr Kariadi Semarang Almarhum Vira sempat ditemukan dalam keadaan selamat namun dengan luka berat dan langsung dievakuasi ke RS H Soewondo, Kendal sebelum kemudian dipindahkan ke ruang ICU RSUP dr Kariadi Semarang.

Almarhum Lettu Cpn Vira Yudha Bagus Senastri dilahirkan di Madiun, 7 April 1988. Selepas menamatkan pendidikan SMA tahun 2010 Vira Yudha mendaftarkan dan diterima menjadi Taruna Akmil. Almarhum meninggalkan seorang istri yakni Putri Leni Mardiansiwi, dan seorang putra yakni Vira Yudha Gerald Alfaridzi yang baru berumur 2 tahun.

“Jenazah disemayamkan di rumah duka di Perumahan Greenwood, Jalan Taman Marigold B 1 2 Manyaran Semarang dan akan dimakamkan pada Minggu 14 Juni 2020 pukul 10.00 WIB di TMB Bergota II Kalipancur, Semarang. Mari kita doakan semoga arwah Almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," kata Nefra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *