Potret Jokowi Laksanakan Salat Idul Fitri Berjemaah di Halaman Istana Bogor Bareng Istri & Kaesang

Presiden Joko Widodo (Jokowi ) bersama dengan Ibu Negara Iriana Joko Widodo melaksanakan salat Idul Fitri 1441 Hijriyah di halaman depan Wisma Bayurini, Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/5/2020) pagi. Presiden Jokowi melaksanakan salat ied secara berjamaah bersama keluarganya. Kegiatan shlat Idul Fitri 1441 Hijriyah Presiden Jokowi kali ini memang berbeda dari tahun tahun sebelumnya akibat adanya pandemi Covid 19.

Biasanya, Jokowi melaksanakan salat berjamaah di mesjid bersama sejumlah warga dan para pejabat . Namun, pada momen salat Idul Fitri kali ini Jokowi melaksanakannya hanya dengan beberapa anggota keluarga. Bahkan, dari tiga orang anak Jokowi, hanya si bungsu yang ikut salat Idul Fitri bersama sang ayah di Istana Bogor.

Gibran Rakabuming dan Kahiyang Ayu berserta menantunya pun tampak tidak terlihat hadir di tengah tengah mereka. Bahkan, saat melaksanakan saalat Idul Fitri duduk tepat disamping Jokowi. Jokowi bersama keluarga terlihat cukup khusyu ketika melakukan salat ied berjamaah maupun saat mendengarkan khutbah.

Jumlah jamaah yang terlihat ikut melaksanakan salat ied bersama Jokowi terlihat tak lebih dari 10 orang. Pelaksanaan salat Idul Fitri berjamaah keluarga Presiden Jokowi ini dipimpin Ketua DKM Masjid Baitussalam Istana Kepresidenan Bogor Muhammadun. Salat Idul Fitri dimulai pukul 06.32 WIB.

Dalam khutbahnya yang bertema "Idul Fitri Momentum Hijrah", Muhammadun menyampaikan Idul Fitri adalah momentum untuk menghapus segala dosa dan kesalahan, serta momentum untuk hijrah menuju kebaikan. Lebih lanjut Muhammadun mengingatkan, jika sesama muslim adalah bersaudara, sehingga harus saling berbuat baik. “Semoga hari raya Idul Fitri ini, menjadikan momentum bagi kita untuk semakin baik, semakin rukun, semakin bersatu, cinta damai, mendapatkan rahmat dan ampunan dari Allah SWT,” kata Muhammadun.

Dalam salat Idulfitri kali ini, tampak juga beberapa perangkat melekat, antara lain Komandan Grup A Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) Kolonel Inf Achiruddin, Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden Erlin Suastini, Asisten Ajudan Presiden Lettu Inf Mat Sony Masturi, dan Pengawal Pribadi Presiden Lettu Inf Windra Sanur. Sementara Muhammadun yang menjadi imam dan khatib pada salat Idul Fitri ini, selain menjabat sebagai Ketua DKM Masjid Baitussalam Istana Kepresidenan Bogor, sehari hari ia bertugas sebagai anggota tim pengamanan internal Istana Kepresidenan Bogor. Adapun bertindak sebagai Bilal yaitu Herawan yang juga merupakan pegawai Istana Kepresidenan Bogor.

Setelah melakukan salat sekitar pukul 06.52 WIB, Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Jokowi beserta Kaesang Pangarep kembali ke Wisma Bayurini. Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriah yang jatuh bertepatan pada Minggu, 24 Mei 2020. Hal tersebut disampaikan Presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (23/5/2020).

"Selamat hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, mohon maaf lahir dan batin," kata Presiden Jokowi diikuti oleh Ibu Iriana. Menurut Presiden, hari raya Idul Fitri tahun ini dirayakan dengan cara yang berbeda karena adanya pandemi Covid 19. Hal ini menuntut pengorbanan semua pihak untuk tidak mudik dan tidak bersilaturahmi dengan cara yang biasanya.

"Saya merasakan hal ini sangatlah berat, tapi keselamatan handai tolan dan sanak saudara tentu lebih penting. Dan harus menjadi prioritas kita semua," ujarnya. "Saya yakin, bersama sama kita bangsa Indonesia akan mampu melewati ujian berat ini," tandasnya. Sebelumnya Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1441 H jatuh pada hari Minggu (24/5/2020).

Penetapan ini berdasarkan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Fachrul Razi. “Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1441 Hijriah jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020,” ujar Fachrul dalam konferensi pers di Kantor Kemenag, Jakarta, Jumat (22/5/2020). Tim Falakiyah Kemenag yang menyatakan tinggi hilal di seluruh Indonesia di bawah ufuk, yaitu berkisar dari minus 5,29 sampai dengan minus 3,96 derajat.

Dengan posisi demikian, maka hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag. Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 80 titik di Indonesia. "Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal bekerja di bawah sumpah, terdiri dari provinsi Aceh hingga Papua. Di 80 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal," ungkap Fachrul.

Berdasarkan alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga tanggal 1 Syawal 1441H jatuh pada hari Minggu, 24 Mei 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *