Polisi Tangkap 5 Pelaku Provokator terkait PSBB, Ajak Lakukan Penjarahan hingga Pembakaran

Polda Metro Jaya baru saja menangkap lima orang pelaku provokator di Tangerang, Banten pada Sabtu (11/4/2020). Kelima pelaku yang terdiri dari anak anak muda itu ditangkap, setelah menyebar coretan provokator terkait pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta. Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana mengatakan, rencananya mereka melakukan penjaran pada Sabtu (18/4/2020).

Selain di DKI Jakarta, Irjen Nana menyebut ada pula rencana aksi penjarahan di suatu provinsi di Kalimantan. "Memang akan melakukan acara vandalisme pada tanggal 18 April." "Ada satu memang provinsi di Kalimantan," kata Irjen Nana.

Mereka sengaja mengajak orang berbuat onar agar suasana sekarang makin runyam. "Mereka akan melakukan upaya vandalisme yang memang maksudnya akan membuat suasana tambah tidak kondusif." "Khususnya keonaran seperti yang saya sampaikan, kemudian mereka juga ada upaya ajakan ajakan melakukan penjarahan," jelas Irjen Nana.

Bahkan, Irjen Nana menyebut mereka berencana akan melakukan aksi pembakaran. "Serta upaya untuk membakar, dan mereka melakukan pembelokan di lokasi lokasi tersebut," kata dia. Akibat perbuatan tersebut, kelima orang itu terancam hukuman pidana hingga 10 tahun penjara.

"Untuk ancaman pidana yang dapat diterapkan pada mereka adalah Pasal 14 dan atau Pasal 15 Undang undang RI nomor satu tahun 1946 itu tentang peraturan hukum pidana dan atau Pasal 160 KUHP." "Itu membuat onar dengan membuat berita bohong yang ancaman hukumannya 10 tahun," ucapnya. Segala kegiatan belajar mengajar di sekolah harus diberhentikan secara sementara.

Selama PSBB berlangsung kegiatan belajar di sekolah akan diganti dengan belajar di rumah masing masing. Namun tidak semua kegiatan sekolah dihentikan, bagi lembaga pendidikan, pelatihan, dan penelitian yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, semuanya diizinkan berjalan. Kemudian pembatasan aktivitas kerja digunakan alternatif bekerja di rumah.

Sama seperti sebelumnya, segala aktivitas kerja bagi instansi yang berkaitan dengan pertahanan, dan keamanan tetap berjalan seperti biasa. Selanjutnya, pengecualian juga berlaku bagi sektor ketertiban umum, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi, industri, ekspor dan impor, distribusi, logistik, dan kebutuhan dasar lainnya. Seluruh aktivitas ibadah yang melibatkan konsentrasi massa dalam jumlah besar dihentikan untuk sementara.

Masing masing orang melakukan kegiatan ibadah di rumah masing masing. Tempat tempat ibadah juga ditutup untuk umum. Kemudian, pemakaman orang yang meninggal namun bukan karena Covid 19 tetap diperbolehkan dihadiri pelayat, tetapi tidak lebih dari 20 orang.

Guna memprioritaskan penjagaan jarak antar manusia, aktivitas yang menggunakan fasilitas umum, dan tempat umum ditiadakan sementara. Pembatasan dikecualikan untuk beberapa tempat seperti supermarket, minimarket, pasar, toko, tempat penjualan obat obatan dan peralatan medis, serta kebutuhan pokok. Pengecualian juga diberlakukan pada fasilitas pelayanan kesehatan.

Pembatasan dalam hal ini diterapkan untuk membatasi seluruh kegiatan dalam lingkup sosial, dan budaya sesuai pedoman pada pandangan lembaga adat resmi yang diakui pemerintah dan peraturan perundang undangan. Dalam hal ini pembatasan juga berlaku untuk perkumpulan atau pertemuan politik, olahraga, hiburan, akademik, dan budaya. Pembatasan penggunaan transportasi umum kini dibatasi dengan memerhatikan aspek jumlah penumpang, dan menjaga jarak antar penumpang, baik di kendaraan umum, maupun pribadi.

Moda transportasi barang juga tetap diperbolehkan beropreasi dengan memerhatikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Pembatasan dikecualikan untuk kegiatan aspek pertahanan dan keamanan dalam rangka menegakkan kedaulatan negara dan mempertahankan keutuhan wilayah. Kegiatan tetap berlangsung dengan tetap memperhatikan pembatasan kerumunan orang serta berpedoman kepada protokol dan peraturan perundang undangan.

Dalam melaksanakan PSBB, Pemerintah daerah akan berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk aparat penegak hukum, pihak keamanan, penanggungjawab fasilitas kesehatan, dan instansi logistik setempat. Apabila disimpulkan, berikut ini adalah layanan utama yang tetap berjalan saat PSBB berlangsung: Seluruh kegiatan tersebut tetap berjalan dengan catatan berpedoman pada pembatasan kerumunan, dan protokol yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *