Polda Metro Jaya Tetapkan 143 Tersangka & Tahan 67 Orang Terkait Demo UU Cipta Kerja

Polda Metro Jaya mengungkap perkembangan penyidikan demo penolakan UU Cipta Kerja yang berujung rusuh. Seperti diketahui, demo penolakan UU Cipta Kerja terjadi di wilayah Polda Metro Jaya mulai awal hingga pertengahan Oktober 2020. Total 2.667 orang diamankan pihak kepolisian.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana menjelaskan dari jumlah tersebut 143 orang ditetapkan sebagai tersangka. Kemudian dari 143 tersangka, 67 orang ditahan. "Polisi telah mengamankan sekitar 2.667 orang, dan dari 2.667 kemudian ada 143 tersangka dan 67 ditahan," kata Irjen Pol Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (27/10/2020).

Adapun ribuan orang yang diamankan terkait unjuk rasa pada 8, 13, dan 20 Oktober 2020. Mereka terbukti merusak, melempar hingga membakar sejumlah fasilitas publik seperti halte Transjakarta, mini ekskavator proyek MRT Jakarta, maupun aksi vandalisme. "Adanya pelemparan ,perusakan, dan oembakaran fasilitas umum, pos polisi dan beberapa kendaraan," ucapnya. Terhadap 67 tersangka yang ditahan, polisi mengelompokkan mereka menjadi dua bagian. Kelompok pertama merupakan pelaku lapangan. Mereka berperan mengeksekusi perusakan fasilitas publik.

Sedangkan kelompok kedua adalah pelaku yang menggerakkan massa untuk berbuat anarkis. Kelompok ini sengaja mengunggah, menyebarkan informasi seruan melakukan aksi rusuh di media sosial. "Kelompok pelaku lapangan yaitu yang melempar, merusak, membakar di beberapa TKP seperti gedung di ESDM, halte busway, dan pos polisi. Kelompok kedua, pelaku yang menggerakkan, di mana kelompok yang mengadu, mempositing dan menyebarkan dan mengajak demo rusuh melalui medsos dan ajakan langsung," kata Nana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *