Persebaya Punya Kesempatan Bermain di AFC 2020, Aji Santoso Tak Ingin Timnya Terseok-Seok

Persebaya Surabaya berpeluang tampil di piala AFC 2020 setelah menjadi runner up Liga 1 2019. Namun hal itu akan terjadi jika Bali United mampu lolos ke putaran utama Liga Champions Asia 2020. Dengan inin Persebaya bisa jadi melakoni empat kompetsisi di musim depan andai bermain di AFC 2020.

Keempat kompetisi itu adalah Liga 1 2020, Piala Presiden, Piala Indonesia dan AFC 2020 sendiri. Mengantisipasi hal ini, Pelatih Persebaya, Aji Santoso, mulai memikirikan membetuk tim yang memiliki kedalaman bagus secara kualitas dan kuantitas. “Terpenting adalah kami fokus saja pada persiapan, artinya kalau seandainya kami bisa ikut di AFC, nanti kami akan memainkan 4 kompetisi,” ujar Aji Santoso, Selasa (24/12/2019) dilansri Surya.co.id.

“Piala Presiden, Piala Indonesia, kompetisi itu (Liga 1, red) sendiri, ada AFC,” imbuhnya. Hal ini membuatmantan pelatih Persela Lamongan ituharus menyiapkan komposisi pemain yang bagus sehingga timnya tetap stabil dengan jadwal padat yang akan dihadapi. “Untuk 4 kompetisi ini yg kami takutkan adalah kedalaman tim kami."

"Kedalaman tim ini harus benar benar memiliki jumlah pemain yang cukup dan kualitas pemain yang mumpuni antar pemain, kemampuannya harus seimbang,” ungkap pelatih 49 tahun itu. Jika hal ini tidak diantisipasi, Persebaya akan bernasib sama dengan Persija Jakarta dan PSM Makassar yang musim 2019 ini bermain di AFC. Keduanya menjadi keteteran, Persija yang merupakan juara Liga 1 2018 terseok seok dan hanya finish di urutan 10 klasemen akhir Liga 1 2019 dengan 44 poin.

“Persija, setelah mengikuti AFC, mengikuti Piala Indonesia, akhirnya posisinya kurang ideal (di Liga 1 2019), setelah juara sekarang posisinyadi papan tengah,” kata Aji. Sedangkan PSM, meskipun mampu meraih Piala Presiden 2018, kondisinya juga tak jauh berbeda dengan Persija di musim ini. Mereka bahkan tak pernah sekalipun memenangkan laga tandang selama Liga 1 musim 2019.

Hal ini menyebabkan Juku Eja berakhir di posisi 12 klasemen akhir Liga 1 2019 dengan mengumpulkan poin yang sama dengan Persija. “Seperti juga PSM, yang habis di AFC juga terseok seok di kompetisi,” imbuh Aji. Dua pelajaran inilah yang bisa menjadi contoh bagi Persebaya agar nantinya jika benar akan bermain di AFC 2020 mampu menyiapkan dengan sebaik baiknya.

“Ini satu pelajaran yang bagus. Untuk itu apabila nanti benar benar kami mengikuti AFC, berarti ada 4 kompetisi yang kami ikuti." "Kami harus pandai pandi mengatur, jangan sampai di kompetisi (Liga 1 2020) kami terseok seok, ini yang harus kami antisipasi,” tutur Aji. Sedangkan demi memenuhi kedalaman skuad Persebaya, Aji menjelaskan pemain baru yang dicari tentu sesuai dengan kondisi klub.

"Saya mengambil pemain tentu berdasarkan kebutuhan, saya tidak pernah melihat nama besar pemain," ungkap Aji dilansir Kompas.com. Kriterianya adalah pemain yang direkrut harus memiliki loyalitas dan total kepada profesi yang dia jalani. "Pemain itu juga harus loyal terhadap profesi dan totalitas pada tim, itu penting buat saya," imbuhnya.

Lalu untuk pemain yang dipertahankan, Aji menerangkan siapapun yang karakternya sesuai dengan Persebaya pasti dipertahankan. "Pemain muda Persebaya tentunya kalau mereka sesuai dengan karakter yang saya inginkan pasti akan saya pertahanankan," terang mantan pelatih Arema FC itu. Sementara itu, mengenai musim 2020, Persebaya kemungkinan hanya akan mempertahankan 60 persen pemainnya.

Ini diungkapkan oleh manajer Bajul Ijo, Candra Wahyudi. Walaupun tidak secara detil, Candra menjelaskan dari 28 pemain saat ini hanya 60 persen yang dipertahankan. "Sekarang ada 28 pemain yang kami punya, kalau gambaran kami komunikasi dengan pelatih, mungkin nanti 60 persen dipertahankan," ungkap Candra.

Sedangkan pengumuman mengenai pemain yang dipertahankan baru akan dilaksanakan setelah kontrak para pemain bekahir di 2019.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *