Penelitian Ungkap Teknologi Plasmacluster Mampu Lawan Virus Covid-19 di Udara

Pada beberapa pekan terakhir, kasus positif Covid 19 di Indonesia kian bertambah. Apalagi temuan terbaru WHO di Jenewa beberapa waktu lalu, mengungkapkan jika virus corona bisa menyebar lewat airbone atau udara. Walau belum bisa dibuktikan secara valid, Anda tetap harus waspada serta melindungi keluarga, agar tidak sampai mengalami infeksi virus. Untungnya, di tengah situasi ini PT Sharp Electronics Indonesia menawarkan solusi untuk melawan zat zat berbahaya di udara. Teknologi Plasmacluster yang mereka miliki dinyatakan telah lolos uji laboratorium dalam hal menurunkan risiko penularan Novel Coronavirus atau SARS CoV 2 yang ada di udara.

“Ini merupakan kontribusi yang dapat dilakukan oleh Sharp dalam membantu menjaga kesehatan konsumen setianya di seluruh dunia,” ungkap Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia Shinji Teraoka. Temuan tersebut dilakukan atas penelitian yang dilakukan Sharp Corporation bersama tiga orang ahli yakni Profesor Jiro Yasuda dari Pusat Penelitian Nasional untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular, Institute of Tropical Medicine, Universitas Nagasaki; Professor Asuka Nanbo dari Universitas Nagasaki, sekaligus anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang yang dihormati secara internasional dalam penelitian penyakit menular di Jepang; dan Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Nagasaki, sekaligus anggota Dewan Perkumpulan Virologi Jepang. Pengujiannya sendiri dilakukan dengan cara melepaskan virus SARS CoV 2 berbentuk aerosol ke dalam perangkat uji yang telah dilengkapi ion Plasmacluster. Kemudian setelah terpapar ion Plasmacluster, peneliti menghitung berapa titer virus yang masih berpotensi menginfeksi.

Hasilnya, virus SARS CoV 2 yang melayang di udara dan disinari ion Plasmacluster selama 30 detik menunjukan hasil titer infeksi virus telah berkurang lebih dari 90 persen. Bukti ini pun semakin menguatkan Teknologi Plasmacluster Sharp yang telah lolos uji dalam menurunkan risiko penularan Novel Coronavirus melalui udara pertama di dunia. Sebelum melakukan penelitian ini pada tahun 2020, Sharp pada tahun 2004 telah membuktikan efektivitas teknologi Plasmacluster terhadap virus corona yang menyebar melalui kucing, yang merupakan anggota Coronaviridae.

Tak sampai disitu, pada tahun berikutnya yakni 2005, Sharp kembali membuktikan keefektifitasan teknologi Plasmacluster terhadap virus yang menyebabkan wabah (2002 2003) dan secara genetik mirip dengan novel coronavirus (SARS CoV 2). Hingga pamungkasnya pada tahun 2020, Sharp telah memastikan bahwa Ion Plasmacluster yang dimilikinya juga efektif melawan "virus korona baru" (SARS CoV 2) yang mengambang di udara. “Penggunaan disinfektan seperti alkohol dan deterjen (surfaktan) sangat efektif untuk penanggulangan virus yang melekat (adhesive), namun belum ada penanggulangan efektif untuk mengurangi risiko infeksi yang dimediasi oleh aerosol (mikrodroplet) selain memakai masker, namun dengan penelitian ini dapat dipastikan jika teknologi Plasmacluster terbukti dapat menonaktifkan virus corona jenis baru yang tersuspensi di udara, sehingga diharapkan dapat menurunkan resiko terinfeksi virus tidak hanya di rumah, perkantoran, kendaraan, tetapi juga di ruang fisik seperti institusi medis,” ujar Profesor Jiro Yasuda.

Mampu melawan virus SARS CoV 2 alias Covid 19, teknologi Plasmacluster sendiri bekerja dengan melepaskan ion bermuatan positif (H + (H2O) m) dan ion bermuatan negatif (O2– (H2O) n) secara bersamaan ke udara. Ion positif dan negatif tersebut secara instan mengikat pada permukaan bakteri di udara, jamur, virus, alergen, dan sejenisnya, kemudian mengubahnya menjadi radikal OH (hidroksil) yang memiliki daya oksidasi sangat tinggi. Hal inilah yang kemudian menjadi teknologi pemurnian udara unik yang bekerja menekan aktivitas bakteri, dan lain lain dengan memecah protein di permukaan tubuh mereka melalui reaksi kimia sehingga tak memberikan dampak yang berarti kepada manusia.

Tak hanya dengan institusi penelitian asal Jepang saja, untuk membukti manfaat yang dimiliki teknologi Plasmacluster, Sharp telah bekerja sama dengan 30 lebih lembaga penelitian independen di 8 negara dari seluruh dunia. Dari penelitian tersebut, Sharp secara klinis membuktikan jika Plasmacluster dapat menekan aktivitas zat berbahaya seperti virus influenza pandemi baru, bakteri yang resistan terhadap obat, alergen tungau, dan mengurangi tingkat peradangan bronkial pada anak anak penderita asma, serta yang terpenting ion Plasmacluster telah dikonfirmasi oleh 10 lembaga penelitian aman bagi tubuh manusia. “Kedepannya, Sharp akan terus berkontribusi kepada kesehatan masyarakat dengan melakukan berbagai penelitian dengan memverifikasi berbagai aplikasi teknologi Plasmacluster guna menunjukkan keefektifan Ion Plasmacluster bagi kesehatan masyarakat dunia,” ungkap SAS Global Plasmacluster Equipment Product Planning Division General Manager Hiromasa Okajima.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *