Pemain Timnas Indonesia U23 Ini Enggan Jalani Operasi, Alasannya Takut Pensiun Dini

Pemain Timnas Indonesia U23, Firza Andika mengaku enggan menjalani proses operasi terhadapi cedera pada pergelangan kaki (ankle) yang kini tengah menimpanya. Firza Andika merasa khawatir jika ia melakukan operasi, justru karirnya akan berakhir karena waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan cukup lama. Alhasil, pemain yang berposisi bek kiri tersebut lebih memilih untuk melakukan fisioterapi secara rutin.

Saat ini dirinya masih fokus menjalani pemulihan cedera bagian retak jari dan ankle kaki kanannya. Firza Andika mendapatkan cedera tersebut saat membela Timnas Indonesia U23 dalam ajang SEA Games 2019 di Filipina. Setelah kurang lebih hampir dua bulan, Firza memilih fokus memulihkan cederanya lewat cara fisioterapi.

"Kalau jari jempol kanan sudah tidak retak lagi. Sekarang tinggal ankle kiri. Ankle saya kemarin bengkak sehingga menjadi lemak," kata Firza Andika dilansir dari . "Untuk bisa menyembuhkan ankle kiri, saya memilih fisioterapi saja. Kalau operasi, saya khawatir tidak bisa bermain lagi karena ada kemungkinan itu," ujar Firza menambahkan. Firza Andhika sendiri memang agak kurang beruntung nasibnya ketika membela Timnas Indonesia U23 dalam ajang SEA Games 2019.

Tercatat, ia harus mendapatkan cedera sebanyak dua kali sekaligus. Cedera pertama didapat Firza ketika Timnas U23 Indonesia berhadapan dengan Thailand pada laga pembuka Grup B. Pemain berusia 20 tahun itu kemudian kembali mendapat cedera pada partai final melawan Vietnam.

Lebih lanjut, Firza berharap cedera ankle kirinya bisa sembuh sebelum Liga 1 2020 dimulai akhir Februari mendatang. "Dokter menilai fisioterapi akan menghilangkan nyeri sehingga saya bermain lagi. Semoga bulan Februari nanti saya bisa kembali bermain," kata Firza. Sementara itu, dalam waktu dekat PSM Makassar dijadwalkan akan melakoni laga krusial melawan Lalenok United di leg kedua babak play off AFC 2020, Rabu (29/1/2020).

Pertandingan kedua tim akan dilangsungkan di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor. Tim Juku Eja menatap laga tersebut dengan rasa optimisme tinggi setelah unggul agregat 4 1 di leg pertama. Bojan Hodak selaku pelatih PSM Makassar pun yang terpenting dalam laga tersebut anak asuhannya memenangkan pertandingan.

Disisi lain, ia tidak ingin memberikan tekanan terlalu besar bagi tim asuhannya. "Saya tak terlalu tertekan dengan hasil tersebut dan menekan pemain terhadap hasil. Namun yang paling penting adalah memenangkan pertandingan ini," ujar Bojan dilansir . Bojan Hodak menganggap laga tersebut bukan hanya sebagai penentu kelolosan ke AFC, namun juga sebagai persiapan timnya jelang bergulirnya kompetisi Liga 1 musim depan.

"Pertandingan yang ini, kita juga gunakan untuk mempersiapkan skuad menghadapi Liga musim ini," ia menambahkan. Ia cukup optimis kemenangan bakal kembali diraih, apalagi ada jeda sepekan dari leg pertama dan kedua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *