Mendagri Tegur Keras Dua Bupati di Sultra Abaikan Protokol Covid-19

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegur dua bupati di Sulawesi Tenggara (Sultra) karena mengabaikan protokol kesehatan Covid 19. Dua kepala daerah itu yakniBupati Muna Barat Laode Muhammad Rajiun Tumada dan Bupati MunaLM. Rusman Emba. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen), Kemendagri, Benni Irwan menyampaikan teguran tersebut melalui Surat No. 337/4137/OTDA Tanggal 14 Agustus 2020.

“Perihal Surat Teguran yang ditandatangani Atas Nama Menteri Dalam Negeri, Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik,” ujar Kapuspen dalam keterangannya, Selasa (1/9/2020). Benni menjelaskan kronologis permasalahan kedua Bupati sehingga diganjar teguran keras oleh Tito Karnavian. Laode Muhammad Rajiun Tumada selaku Bupati Muna Barat dalam kedatangan ke Kabupaten Muna Barat sebagai bakal calon Kepala Daerah disambut oleh ribuan masyarakat.

Sedangkan, LM. Rusman Emba selaku Bupati Muna pada tanggal 13 Agustus 2020 telah melakukan perjalanan kaki dengan masyarakat dari pelabuhan Kora Raha sampai dengan Tupu Jati dan diiringi oleh konvoi kendaraan dengan bendera partai politik, Kedua kepala daerah tersebut dinilai telah menimbulkan kerumunan massa. “Hal ini bertentangan dengan upaya Pemerintah dalam menanggulangi dan memutus rantai penularan wabah (Covid 19),” kata Benni.

Sebagaimana ketentuan pasal 67 ayat (1) huruf b, Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, ditegaskan “Kewajiban Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah meliputi antara lain menaati seluruh ketentuan peraturan perundang undangan,” ungkap Benni. Selain itu, dalam ketentuan Pasal 4 ayat (1) huruf c, Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid 19), ditegaskan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar paling sedikit meliputi antara lain pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum. Sebagai tindak lanjut dari surat teguran tersebut, diharapkan Gubernur Sulawesi Tenggara sebagai Wakil Pemerintah Pusat dapat menyampaikan sanksi berupa teguran tertulis kepada kedua Bupati.

“Teguran tertulis kepada Laode Muhammad Rajiun Tumada selaku Bupati Muna Barat dan LM. Rusman Emba selaku Bupati Muna sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan dan melaporkan hasilnya kepada Menteri Dalam Negeri pada kesempatan pertama,” tamnah Benni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *