Makan Aja Bingung Boro-boro Bayar Denda Najwa Shihab Jelaskan Sanksi Bila Mudik Driver Ojol

Demi bisa memenuhi kebutuhan sehari harinya, driver ojek online ini mesti menjual cincin kawin. Ia bahkan akan nekat mudik ke kampung halamannya, meski ada sanksi berat yang menanti. Driver ojek online yang tinggal di Tambora, Jakarta Barat, Hisyam Masruri menceritakan pengalamannya bertahan hidup selama PSBB di DKI Jakarta.

Hisyam bercerita ke Najwa Shihab di Mata Najwa, kini ia tak lagi memiliki tabungan. "kalau saya udah gak punya tabungan sama sekali, apapun yang terjadi kita bakalan tetap pulang ke Tegal," kata Hisyam dikutip dari akun Youtube Najwa Shihab. Najwa kemudian menekankan, bila Hisyam nekat mudik akan ada sanksinya.

"apapun yang terjadi, kan ada ancaman sanksi juga pak," kata Najwa Shihab. "sanksi apa itu bu ?" tanya Hisyam. Najwa Shihab menerangkan denda maksimal dalam aturan yakni Rp 500 juga dan kurungan penjara.

"kalau di peraturan maksimal bayar denda Rp 100 juta, terus maksimal bisa kurungan penjara bisa sampai satu tahun itu hukuman maksimal di peraturannya," terang Najwa Shihab. Mendengat penjelasan soal sanksi bila nbnekat mudik, Hisyam justru tak menggubrisnya. "kalau Rp 100 juta , seribu aja gak punya, 100 ribu gak punya buat makan aja bingung, boro boro buat bayar denda,

Daripada kita di Jakarta malah bingung, Kalau urusan perut udah lapar kan kita jatuhnya pikiran kriminal, daripada kriminal mendingan kita pulang kampung," kata Hisyam. Hisyam rupanya memang sudah nekat.

Ia akan mencoba berbagai cara agar sampai di kampung halaman. Hisyam lantas menceritakan soal saudaranya yang kini hilang kabar. Hisyam bercerita saudaranya tersebut kini sudah meninggalkan kontrakan karena tak lagi mampu membayar.

"saya menceritakan saudara saya udah 2 bulan gak mampu bayar kontrakan, dan terpaksak keluar karena gak sanggup bayar dan sekarang saya gak tau keberadaannya dimana , saya juga gak tau dia makan apa gak," kata Hisyam. "sampai sekarang belum kontak lagi ?" tanya Najwa Shihab. "karena memang handphonenya dijual buat makan, setelah uang dari jual hp abis dia udah gak bisa ngapain gak tau gimana saya tengokin kontrakannya udah gak ada," kata Hasyim.

Najwa Shihab lantas menanyakan apakah Hisyam juga sama sudah menjual jual barang demi memenuhi kebutuhan hidup. "kalau pak Hisyam kondisinya udah sampai jual barang belum pak ?" tanya Najwa Shihab. Hisyam mengaku ia sampai menjual cincin kawin.

"sampai cincin kawin saya jual, tv saya jual," kata Hisyam. "pokoknya semua yang ada dijual untuk bertahan hidup ya pak," timpal Najwa Shihab. Kini Hisyam belum menjual handphonenya katrena untuk keperluan kerja.

"hp belum saya jual karena saya butuh untuk ngojek," kata Hisyam. "karena pak Hisyam ojek online, apa yang pak Hisyam harapkan pak ?" kata Najwa Shihab. Hisyam berujar kini ia tak lahghi banyak berharap.

Ia hanya nberupaya mencari jalan untuk sampai di kampung halaman. "saya udah gak banyak berharap sih, cuma bisa pulang sampai kampung, itu aja," kata Hisyam. Meski tekadnya sudah bulat, namun Hisyam sendiri belum memiliki rencana di kampung halaman akan berbuat apa.

"sudah ada bayangan di kampung akan melakukan apa kalau berhasil pulang ?" tanya Najwa Shihab. "gak ada bayangan yah, yah paling nyabut singkong, kalau di kampung kan namanya kita di gunung apa aja bisa dimakan," kata Hisyam. Anak dan orang tua Hisyam sendiri sudah terlbih dulu pulang kampung.

"anak pak hisyam sama orang tua ?" tanya Najwa Shihab. "iya sama orang tua, saya terpaksa pulang karena saya udah gak sanggup ngirim kebutuhan mereka makanya saya mutusin untuk pulang biar makan gak makan ngumpullah," kata Hisyam di Mata Najwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *