Korban Telah Setor Rp 500 Juta hingga Rp 3 M Arisan di Cianjur Ternyata Macet Sejak 2018

Seseorang berinisial HA, sebagai pengelola dan penanggung jawab arisan dilaporkan oleh sejumlah anggota. Para anggota meminta agar paket arisan segera dicairkan sesuai dengan perjanjian. Diberitakan , sudah ada tiga orang yang melapor ke pihak kepolisian.

Ketiga orang tersebut diketahui memiliiki anggota berjumlah 100 200 orang. Hal tersebut disampaikan oleh Kuasa Hukum Pelapor, Basyir Siregar saat ditemui Sabtu (1/8/2020). Basyir pun mengatakan telah membuat laporan ke Polres Cianjur, Jawa Barat.

"Klien kami ini merupakan para ketua kelompok yang membawahi jumlah anggota 100 sampai 200 orang," terang Basyir. Basyir menjelaskan arisan yang ditawarkan berupa investasi dengan beragam penawaran. Mulai dari alat elektronik, perabotan rumah tangga, hingga juga ada paket kurban.

Kelompok arisan yang dikelola oleh HA disebutkan telah berjalan sejak 2015. Namun mulai 2018 lalu, menurut keterangan korban, arisan ini sudah macet. "Jadi, pihak terlapor ini sebagai pengelola arisan berupa investasi sejumlah barang," jelas Basyir.

"Seperti alat elektronik, perabot rumah tangga, hingga paket kurban dan jenis paket arisan lainnya." "Namun, informasi dari klien kami, mulai 2018 sudah macet," tambahnya. Anggota dari arisan yang dikelola oleh HA tidak hanya berasal dari warga Cianjur saja.

Melainkan juga ada warga dari luar daerah, seperti Sukabumi hingga Bandung Barat. Bahkan ratusan anggota yang menjadi korban telah mendatangi rumah HA. Kediaman HA diketahui berada di Kampung Limbangan, Desa Limbangansari, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Seorang korban arisan bernama Setiawan menjelaskan HA tidak memenuhi janji untuk mengirimkan paket. Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Senin (3/8/2020). Sebelumnya, anggota arisan telah menyetorkan sejumlah uang dalam arisan itu.

HA sebagai pengelola juga menjanjikan akan memberikan paket arisan pada 31 Juli 2020 kemarin. "Kalau bentuk dari yang bersangkutan ke ketua ini ada perjanjiannya." "Jadi dia berjanji tanggal 31 Juli 2020 akan melunasi semua paket yang sudah lunas sebelum dan sesudahnya," tutur Setiawan.

Setiawan menuturkan, sejak tahun lalu ada beberapa anggota yang belum menerima paket arisan sampai sekarang. "Jadi dari tahun tahun kemarin 'kan belum ada yang cair nih, ada yang belum," ujar Setiawan. Untuk itu, pihak kepolisian membuat posko pengaduan terkait kasus dugaan penipuan arisan.

Posko pengaduan didirikan sebagai kelanjutan dari laporan para korban. Perwira Urusan Humas Polres Cianjur, Ipda Ade Novi Dwiharyanto menyampaikan perkara akan ditangani satuan tugas khusus. "Sejauh ini sudah ada beberapa orang yang membuat laporan resmi," ucap Ipda Ade dilansir oleh .

"Perkara ini ditangani satuan tugas khusus," lanjutnya. Setelah sejumlah anggota mendatangi rumah HA, polisi langsung memasang garis polisi. Pada Sabtu (1/8/2020), pihak kepolisian melakukan pemasangan garis polisi di lima bangunan.

Selain itu, kendaraan roda empat yang terparkir di depan rumah dan diduga milik HA turut dipasang garis polisi. Plh Wakapolsek Cianjur Kota, Iptu Deden Hermansyah menerangkan pemasangan garis polisi bertujuan agar orang tak sembarangan masuk. "Ada lima bangunan dan 4 kendaraan roda empat yang di garis polisi," ungkap Iptu Deden dikutip dari .

"Intinya, semua akses masuk ke lokasi ini kita pasangi agar tidak ada orang yang sembarangan masuk," imbuhnya. Meski demikian, hingga saat ini pihak kepolisian belum mengetahui keberadaan dari HA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *