Ketika Menteri PUPR Basuki Hadimuljono Berkunjung menuju Rumah Iwan Fals

Momen tak biasa terjadi di kediaman penyanyi Iwan Fals beberapa waktu lalu. Iwan Fals kedatangan seorang Menteri di Rapublik Indonesia yang saat ini masih menjabat. Adalah Menteri Pekerjaam Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono yang datang menyambangi kediaman Iwan Fals di kawasan Leuwinanggung, Depok.

Momen pertemuan tersebut terekam dalam sebuah Vlog yang diunggah di kanal YouTuber KemenPUPR padaRabu (19/8/2020) lalu. Berkunjung ke kediaman Iwan Fals ternyata merupakan satu hal yang sudah didambakan oleh Menteri Basuki sejak dulu. "Akhirnya cita cita saya tercapai, (berkunjung ke rumah Iwan Fals), sudah lama saya pengen ke sini," ungkap Basuki.

Iwan Fals berterimakasih kepada Basuki yang berkenan berkunjung ke rumahnya. Penyanyi lagu Surat Buat Wakil rakyat itupun mengajak Menteri Basuki berbincang di depan studio miliknya. Di pertemuan tersebut, keduanya membicarakan beberapa hal, diantaranya mengenai musik hingga infrastruktur.

Dikatakan Basuki, sosok Iwan Fals menurutnya bukan hanya sekadar musisi, namun juga seorang yang patut dijadikan contoh. Menurutnya, pertemuan tersebut bukan hanya sekadar menyanyi saja, namun juga upaya dirinya dalam memberikan pesan moral bagi jajarannya di kementerian PUPR. "Kita tahu semua kan karakternya Pak Iwan ini, saya kira mudah mudahan cocok dengan karakter saya sebagai yang sekarang lagi memimpin Kementerian PUPR."

"Kita contoh beliau, bisa sederhana, apa adanya, enggak mau neko neko, dan ini saya kira perlu untuk kita teladani," kata dia. Keduanya pun memilih beberapa lagu untuk dinyanyikan, yakni Bung Hatta, Ku Menanti Seorang Kekasih dan Hio. Iwan mengatakan, lagu Bung Hatta tercipta buah dari kekagumannya dengan sosok Proklamator itu.

“Bung Karno tidak mau membacakan proklamasi tanpa Bung Hatta. Saya pernah diberi buku oleh keluarga Bung Hatta," kata dia. Di depan Menteri PUPR, penyanyi bernama asli Virgiawan Listanto itu mengakui baru tahu bahwa sosok Bung Hatta ternyata erat kaitannya dengan PUPR. "Ternyata Bung Hatta itu erat hubungannya dengan PUPR, Bapak Perumahannya ya, saya tahunya hanya Bapak Proklamator," ujar Iwan.

Menurutnya lagu itu merupakan pesan yang cocok untuk jajarannya agar meneladani sosok Bung Hatta "Lagu pertama dari "Bung Hatta" misalnya, ada pesan moralnya untuk kita teladani, khususnya beliau sebagai bapak perumahan Indonesia,"tuturnya. Selain lagu Bung Hatta, Iwan bersama Menteri Basuki kemudian menyaikan lagu Ku Menanti Seorang Kekasih.

Oleh Iwan, lagu ini dianggap cocok untuk dinyanyikan saat ini, namun dengan isi yang sedikit berbeda, yakni menanti datangnya vaksin virus corona. Setelah berbincang di depan studio, Iwan pun mengajak Basuki untuk masuk kedalam studionya, Fals record. Studio Fals Record menjadi ajang ekspresi bagi Iwan Fals dan Menteri Basuki.

Mereka menyanyikan lagu Hio, lagu yang dipopulerkan Iwan Fals bersama grup musik Swami. Saat menyanyi lagu itu, Basuki juga pamer keahliannya dalam menabuh drum. Sebelum memainkan drum, ia memilih untuk mencopot baju putih yang sebelumnya ia kenakan.

Basuki Hadimuljono melepas kemeja lengan panjang putih dam menggantungkannya di cermin samping drum. Ternyatadibalik kemaja putih yang ia pakai tadi, terlihat tulisan Iwan Falsdalam kaos yang sudah ia kenakan. Tak mau kalah, Iwan Fals pun membuka kemeja lengan panjang hitam dan ternyata dibaliknya ia juga mengenakan kaos hitam bertulis “PUPR”.

Basuki menilai lagu Hio berisikan pesan yang mendalam. "Ini kita tidak akan bersenang senang, tapi ada pesan pesan moral khususnya bagi generasi muda," kata Basuki Hadimuljono. "'Hio' saya pikir cukup untuk teman teman PUPR tentang kesederhanaan, tentang kejujuran. Kalau pesan saya, simak Pak Basuki main drum," ujar Iwan Fals.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *