Kebakaran Hebat, Sudah 4 Jam Api di Kapal Tanker Waruna Belum Padam Juga

Api yang melahap Kapal Tanker Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan Medan tak kunjung padam, Senin (11/4/2020) belum juga padam. Hingga pukul 12.03 WIB atau empat jam sejak ada ledakan lalu terbakar, api masih saja sulit dijinakkan. Komandan Regu (Danru) Damkar UPT Wilayah IV Belawan, Sadakata Ginting mengatakan, pihaknya masih terus berjibaku menundukkan si jago merah.

"Apinya belum mati, tapi sudah mulai berkurang tapi belum mati. Masih lumayan. Tapi sudah ada asap putih," ungkapnya kepada Tri bun. Ia bahkan menyebutkan bahwa pemadaman tersebut masih akan lama berlangsung karena kondisi kapal yang dipenuhi peralatan mudah terbakar. "Masih lama lagi ini bang," tutur Sadakata.

Lebih lanjut, ia juga menyebutkan sudah ada ambulans yang datang membawa korban. "Iya tadi ada datang ambulans bawa yang luka tadi," sebutnya. Lebih lanjut, ia menjelaskan pihak Dinas Pencegah Pemadam Kebakaran (DP2K) Kota Medan UPT Wilayah IV Belawan telah menurunkan 20 mobil damkar untuk memadamkan si jago merah.

"Ada 20 unit ini yang kita turunkan," tambahnya. Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Ahmad menyebutkan lokasi berdekatan dengan kantor Distrik Navigasi Kelas I Belawan. "Benar telah terjadi kebakaran kapal MT. JAG LEELA yang sedang melakukan perawatan atau docking di galangan kapal milik PT. Waruna Nusa Sentana Shipyard Belawan Medan yang berlokasi dan berjarak kurang lebih 1 2 kilometer dari kantor Distrik Navigasi Kelas I Belawan," jelasnya.

Menurut Ahmad, hingga saat ini, proses pemadaman api sedang berlangsung yang dilakukan oleh unsur unsur maritim seperti Otoritas Pelabuhan Utama Belawan, Syahbandar Utama Belawan, PT. Pelindo I Belawan, Dinas Pemadam Kebakaran Belawan yang mengerahkan 6 unit mobil pemadam, dan Polairud Belawan. Sementara dari sisi Laut kapal patroli KPLP KN. 5205 sudah berada di sekitar kejadian untuk mengamankan sisi laut dengan jarak sekitar 200 m dari lokasi. Ada 3 kapal terlibat dalam kegiatan pemadaman dari sisi laut. Kapal kapal tersebut adalah milik Pelindo I dan PT. Waruna. "Hingga kini, tim SAR masih melakukan pengecekan apakah ada jatuh korban dengan terjadinya musibah kebakaran tersebut. Segera kami update informasinya," tutup Ahmad.

Kebakaran di galangan kapal milik PT. Waruna Nusa Sentana Shipyard Pelabuhan Belawan, terjadi saat melakukan perawatan, Senin (11/5/2020). Komandan Regu (Danru) Damkar UPT Wilayah IV Belawan, Sadakata Ginting yang menyebutkan bahwa kapal Tanker tersebut sedang dalam perbaikan di galangan hingga sesaat meledak dan terbakar. Ada sekitar 50 orang ABK dan teknisi saat Kapal Tanker Waruna terbakar habis di Pelabuhan Belawan.

Satu persatu teknisi dan ABK tersebut diturunkan, sesaat api berada tepat di belakang mereka. Sadakata menyebutkan tidak ada korban jiwa dari kejadian kebakaran tersebut. Ia menyebutkan ada 50 orang yang berada di kapal saat kejadian, dan ada 5 orang yang mengalami lika bakar ringan.

"Enggak ada yang dibawa ke rumah sakit, hanya luka bakar sedikit saja. Ada ABK, ada juga tim pembetulan kapal dari Belawan ini. Luka luka sedikitnya paling kurang lebih ada 5 orang. Total Kurang lebih ada 50 orang, dan puji syukur selamat semua," tuturnya. Awalnya api membakar ekor kapal hingga akhirnya menjalar dan hampir membakar seluruh bagian kapal. Terlihat asap hitam sudah membubung tinggi di atas laut. Sadakata menyebutkan kapal tersebut berjenis kapal tanker dan sudah hampir hangus seluruhnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kapal tersebut adalah kapal milik swasta. "Yang kita tahu hanya kapal swasta aja bang, kalau yang lainnya mereka tidak mau kasih tahu informasinya. Kebakarannya ada di Galangan Waruna," tuturnya. Ia menyebutkan bahwa api mulai membakar kapal tanker tersebut dimulai pukul 08.30 WIB.

"Benar ada kebakaran di Pelabuhan Belawan, lagi proses pemadaman dan belum mati apinya. Informasi setengah 9 pagi tadi mulai terbakar," tuturnya. Ia menyebutkan sudah ada mendengar 5 kali ledakan di dalam proses kebakaran. "Sudah ada lima ledakan kami dengar sejak datang," bebernya.

Hingga saat ini, Sadakat menjelaskan pihaknya belum mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. "Nanti kita selidiki setelah proses penyiraman selesai," pungkasnya. (Victory Arrival Hutauruk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *