Kapasitas Tempat Tidur RS Bisa Dikendalikan Apabila Penerapan Protokol Kesehatan Baik Satgas

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid 19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa masalah ketersediaan tempat tidur, ruang isolasi, dan ICU di rumah sakit dapat dikendalikan dengan baik apabila penerapan protokol kesehatan masyarakat berjalan dengan baik pula. Termasuk ketersediaan tempat tidur RS di DKI yang diprediksi akan penuh pada 17 September mendatang apabila PSBB tidak diperketat. "Demikian pula manajemen rumah sakit yang ada di DKI Atau daerah daerah lainnya," kata Wiku di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, (10/9/2020).

Meskipun demikian menurut Wiku, monitoring ketersediaan tempat tidur RS penting dilakukan. Sehingga RS tidak penuh, dan pasien Covid 19 masih dapat tertangani dengan baik. "Apabila sudah mulai meningkat agar segera di redistribusi diarahkan ke fasilitas rumah sakit rujukan lainnya atau khusus untuk Jakarta bisa diarahkan memindahkan pasien dengan kondisi sedang dan ringan ke rumah sakit darurat Wisma Atlet," katanya. Sebelumnya Gubernur DKI Jakarta memperketat kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI Jakarta per 14 September 2020. Salah satu alasan PSBB kembali diperketat yakni kapasitas rumah sakit yang terus menyusut.

"Bila ini berjalan terus tidak ada pengereman maka dari data yang kita miliki bisa dibuat proyeksi, tanggal 17 September tempat tidur isolasi yang kita miliki akan penuh," kata Anies kemarin. Apabila ini terjadi maka nantinya RS tidak bisa lagi menampung pasien Covid 19. DKI Jakarta sendiri memiliki 190 Rumah Sakit yang 67 persennya merupakan RS rujukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *