Jadi Relawan, Dosen Ajak Generasi Milenial Ikuti Perkembangan dan Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Seorang dosen London School of Public Relations (LSPR) Jakarta Muhammad Hidayat memutuskan terjun menjadi relawan non medis Covid 19. Pengalaman itu disampaikannya dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (6/6/2020). Dalam kesempatan itu, Hidayat mengajak generasi milenial untuk mengikuti perkembangan Covid 19. Dengan begitu, mereka bisa turut mensosialisasikan informasi terkini termasuk protokol kesehatan kepada masyarakat.

"Untuk generasi milenial supaya terus mengikuti perkembangan COVID 19 karena jangan sampai tidak mengikuti perkembangannya. Ketika kita mengikuti perkembangan COVID 19, kita bisa sebarkan informasinya kepada keluarga dan masyarakat lainnya yang tidak tersampaikan," ujar Hidayat, dalam konferensi pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Sabtu (6/6/2020). Dia turut mengajak semua pihak agar dapat menjadi tangguh dan siaga untuk mencegah tertular Covid 19, terutama di lingkup terkecil yakni keluarga. "Mari kita ciptakan ketangguhan dalam rumah tangga, ketangguhan dalam penanganan Covid 19. Jadi dalam lingkup kecil mungkin bisa orang tua bisa menyosialisasikan kepada anaknya, sehingga bisa menjadi inner circle ketangguhan, saling berkolaborasi keluarga dan anak," ungkapnya.

Karena seringnya terjun ke zona merah, Hidayat mengatakan dirinya menerapkan protokol kesehatan hingga ke rumahnya. Baik dengan cara menyemprot cairan disinfektan di bagian luar rumah maupun ke pakaian yang ia kenakan hingga membersihkan diri begitu tiba di rumah. Tak hanya itu, Hidayat juga melakukan rapid test hingga swab test guna memastikan tidak terpapar virus yang merebak pertama kali di Wuhan, China tersebut.

"Kebetulan saya sudah tiga kali rapid test. Itu harus saya lakukan karena berada di lapangan dan swab test sudah dilakukan di Wisma Atlet. Jadi memang ketika di lapangan jangan sampai lengah, pastinya harus tetap mengikuti protokol kesehatan," jelasnya. Meski menjadi relawan, Hidayat mengaku tak melupakan kewajibannya sebagai seorang dosen. Dia masih melakukan kuliah jarak jauh bagi mahasiswa dan mahasiswinya.

Selain itu, dia juga tengah mempersiapkan kemungkinan kembalinya kuliah tatap muka dengan protokol kesehatan ketat sesuai penerapan kebijakan kenormalan baru atau new normal. "Kita memang menerapkan e learning atau kelas jarak jauh. Kemudian dari sekarang kita sudah mempersiapkan kalau memang sudah ada aba aba dari pemerintah Pemprov DKI," kata dia. "Karena kalau memang boleh masuk proses tatap muka, kita dari sekarang sudah mempersiapkan sehingga nanti pas begitu dibuka tidak gagap lagi. Jangan sampai terlambat," tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *