Ingin Bantu Keluarga Akui Sering Dibully 6 FAKTA Perundungan Bocah Jualan Jalangkote di Pangkep

Baru baru ini media sosial dihebohkan dengan video seorang bocah penjual jalangkote (jajanan) di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan yang menjadi korban bullying. Bocah tersebut juga mengalami kekerasan. Ia dipukuli, didorong hingga jatuh tersungkur oleh sekelompok pemuda.

Aksi pembully an dengan kekerasan direkam oleh seorang pelaku. Video lantas beredar di media sosial hingga viral. Banyak yang mengecam aksi pelaku.

Bocah yang menjadi korban pembully an merupakan Rizal (12) warga Jalan Batu Merah, Kelurahan Tala, Kecamatan Tala. Kesehariannya ia menjajakan jajanan jalangkotenya dengan mengendarai sepeda. Ketika mulai memperdagangkan jajanannya, korban dihadang oleh kelompok pemuda hingga tersungkur bersama sepedanya disebuah lapangan rumput.

Saat terjatuh pun, ia masih tetap dibully oleh kelompok pemuda tersebut. Aksi pembully an ini menuai kegeraman dari berbagai pihak. Banyak yang miris melihat kejadian ini dan meminta pelaku segera dihukum setimpal agar mendapat efek jera.

Kronologi kejadian diungkapkan oleh Kapolres Pangkep, AKBP Ibrahim Aji. Saat itu korban menggunakan sepeda sambil berjualan jalang kote (jajanan) tengah beristirahat di Lapangan Bonto bonto, Minggu (17/5/2020). Korban menggunakan bahasa daerah.

"Dalam video yang beredar ia mengatakan 'iya' tolo'na Ma'rang' atau dalam artian 'sayalah yang paling jago di sini'. Tak terima korban mengatakan hal tersebut, pelaku langsung memukul bagian punggung korban. Ia juga mendorong bersama sepedanya hingga korban terjatuh," ujarnya AKBP Ibrahim, Minggu (17/5/2020), dikutip dari Kompas.com.

Pelaku pembully an telah diamankan oleh petugas kepolisian setempat. Ada sebanyak delapan pemuda dalam satu geng yang diamankan. “Telah diamankan delapan orang pemuda yang mem bully hingga memukul bocah penjual jalangkote yang videonya viral di media sosial.

Salah seorang di antaranya delapan pemuda itu bernama F (26) warga Kelurahan Bonto bonto, Kecamatan Ma'rang yang melakukan pemukulan terhadap bocah penjual jalan kote,” ungkap Kapolsek Ma’rang Iptu Sofyanto. Peristiwa bullying terjadi di Jalan sebelah utara Lapangan Bonto bonto, Kecamatan Ma'rang, Minggu (17/5/2020) sekitar pukul 17.30 Wita. Akibatnya, korban mengalami luka di tubuhnya.

“Korban alami luka lecet pada lengan kiri. Kita sudah memintai keterangan korban dan mengamankan delapan orang pelaku. Kasus ini kita sudah limpahkan ke Polres Pangkep untuk proses lebih lanjut, karena adanya kerumunan warga dan keluarga korban di depan markas Polsek Ma’rang,” ujar Sofyanto.

Korban Bully, Rizal dapat bantuan sepeda baru dan paket sembako, Minggu (17/5/2020). Sebuah sepeda baru dan paket sembako tersebut diberikan oleh komunitas sosial IAM Pangkep, Minggu malam. Anggota IAM Centre Pangkep, Saifullah Bonto, mengungkapkan sepeda dan paket sembako diterima Rizal di kediamannya di Taladilau, Kelurahan Talaka, Kecamatan Ma'rang, Kabupaten Pangkep.

Wujud dukungan tersebut baru diterima Rizal pada pukul 24.00 WITA sepulangnya ia dari Polres Pangkep. Anggota IAM Centre Pangkep, Saifullah mengatakan Rizal berasal dari keluarga yang kurang mampu. Menurut informasi yang didapat Saifullah, Rizal saat ini duduk di kelas 5 SD.

"Rizal anak nomor 2 dari 3 bersaudara," ujar Saifullah. Keluarga menyebut Rizal belum lama berjualan pastel atau biasa disebut jalangkote. Rizal menjajakan jalangkote dengan berkeliling menggunakan sepeda.

"Rizal berjualan untuk membantu ekonomi keluarga," ungkap Saifullah. Kasus bullying ini juga mendapat sorotan anggota DPR RI, Dedi Mulyadi. Melalui sambungan telepon Dedi berbicara dengan Rizal dan orangtuanya untuk menyampaikan rasa simpatinya.

Pada kesempatan itu, Rizal mengaku tidak hanya sekali dibully, melainkan sudah beberapa kali. Kendati demikian, ia tetap tegar dan tidak patah semangat untuk berjualan jalangkote dengan sepeda bututnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *