Ikut Terjun Mengurus Lahan Bantu Para Petani Demi Bertahan Hidup di Tengah Pandemi Bripka Fery

Brigadir Kepala (Bripka) Fery Ferdian membantu para petani bertahan hidup di tengah pandemi Covid 19. Bripka Fery meluangkan waktunya untuk bertani. Ia membantu para petani di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Bripka Fery turut terjun menggarap lahan bersama Kelompok Tani Harapan Jaya di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat. Anggota Polsek Pangkalan Kerinci, Polres Pelalawan ini berhasil membuat para petani bangkit di tengah pandemi. Sebagai anggota Polsek Pangkalan Kerinci, Polres Pelalawan, Bripka Fery bertugas sebagai Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat atau yang lebih dikenal Bhabinkamtibmas.

Ia sudah beberapa bulan ikut bertani. Kendati demikian, ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai seorang polisi yang melayani, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Diwawancarai Kompas.com, Senin (27/7/2020), Fery mengaku ikut menggarap lahan bersama kelompok tani Harapan Jaya.

Ia pun membeberkan kisah awal mulanya ikut bertani. Dia berkolaborasi dengan petani untuk meningkatkan ketahanan pangan di masa pandemi Covid 19. Sebab, wabah virus itu tidak hanya berdampak kepada kesehatan, tapi juga berakibat buruk terhadap perekonomian masyarakat. Terlebih para petani.

"Lahan yang kami garap ini luasnya sekitar 13 hektare. Di dalamnya bermacam jenis tanaman yang kami tanam, seperti jagung manis, terong, kacang panjang, gambas, kangkung, mentimun. Ada juga ternak ikan nila," sebut Fery. Dia mengatakan, lahan 13 hektare ini diperuntukkan untuk bercocok tanam dari program "Jaga Kampung" Polda Riau.

Program tersebut adalah untuk mengantisipasi kelangkaan pangan di tengah pandemi Covid 19. Fery dan kelompok tani Harapan Jaya tak menyia nyiakan kesempatan itu. Sarjana ekonomi ini bersama kelompok tani dengan dibina oleh dinas pertanian pemerintah setempat mulai menggarap lahan.

Pria asalPekanbaruitu bekerja keras membantu petani dalam meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid 19. "Selama 72 hari saya memang setiap habis apel pagi langsung ganti pakaian dinas polisi dengan pakaian petani berangkat ke kebun," akui Fery. Fery menceritakan kisah awal mula ikut bertani. Sebelum lebaran Idul Fitri lalu, ada program "Jaga Kampung" dari Polda Riau untuk meningkatkan ketahanan pangan di tengah pandemi Covid 19.

Fery kemudian menemui para petani untuk membicarakan soal penggarapan lahan. Untuk bibit dan pupuk mendapat bantuan dari Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi. "Setelah itu kami mulai membersihkan lahan hingga penanaman," sebut Fery.

Sembari tertawa, ia mengaku tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni untuk bertani. Tapi setelah bergabung dengan kelompok tani dan mendapat pembinaan dari dinas pertanian,ilmu bertani pun perlahan didapati Fery. Tanaman untuk kebutuhan kebutuhan yang ditanam dirawat dengan baik supaya hasilnya maksimal.

Misalnya, jagung manis. Dikatakan Fery, harus rutin dirawat dan pupuknya harus teratur. "Kalau jagung, itu kami beri pupuk NPK.

Setelah 15 penanaman diberi pupuk. Kemudian memasuki hari ke 25, kita beri pupuk lagi. Selain itu, rumputnya juga dibersihkan," sebut Fery.

Hampir setiap hari, dia datang ke kebun merawat tanaman. Selain merawat tanaman, Fery juga berbagi ilmu dan canda tawa dengan petani. "Siap, hampir setiap hari saya ke kebun merawat tanaman.

Kadang membersihkan rumput, menyemprotkan racun hama dan memberi pupuk organik. Di samping itu saya berbaur dengan para petani," tutur Fery. Lebih kurang tiga bulan, jerih payah Fery dan kelompok tani membuahkan hasil.

Salah satu tanaman yang sudah panen adalah jagung manis. Fery merasa sangat bangga dengan hasil panen jagung yang memuaskan. "Alhamdulillah, jujur saya sangat bahagia dan bersyukur sekali karena tanaman jagung kami sudah dipanen.

Hasilnya sudah nampak dapat dinikmati sama warga yang terimbas Covid 19," ungkap pria 35 tahun ini. Menurut Fery, panen jagung perdana ini diperkirakan mencapai satu hingga dua ton. Hasil panen mencapai 90 persen. Jagung manis yang dipanen tersebut dijual kepada siapa pun yang mau membelinya.

"Kami bersyukur panen perdana ini sudah ada yang beli 200 kilogram. Satu kilo kami jual Rp 4.000. Saya juga bantu pemasaran lewat media sosial Facebook di Bursa Niaga Pangkalan Kerinci. Bagi yang berminat bisa cek di situ," kata Fery.

Uang hasil penjualan jagung manis akan diputar kembali untuk dijadikan modal bagi para petani. "Hasilnya nanti bisa buat beli bibit tanaman lainnya, beli pupuk atau racun hama. Yang jelas hasilnya untuk ketahanan pangan petani," terang pria yang mudah tersenyum ini.

Fery menambahkan, selain panen jagung, beberapa petani juga sudah ada yang panen kacang panjang, gambas dan mentimun. Kemudian, sekitar tiga bulan lagi akan panen ikan nila. "Saya sekarang lagi tanam kangkung juga sekaligus menimbah ilmu pertanian," imbuh Fery sembari tertawa. Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dan Gubernur Riau Syamsuar adalah orang yang pertama kali memetik jagung manis di lahan yang digarap Bripka Fery Ferdian dan kelompok tani Harapan Jaya di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau, Jumat (24/7/2020) sore.

Panen raya pertama itu juga dihadiri Wakil Bupati Pelalawan Zardewan bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Kodim 0313/KPR, serta kelompok tani Harapan Jaya. Meski diguyur hujan dengan intensitas sedang, panen raya tetap dilanjutkan. Kapolda Riau menyatakan bahwa panen raya ini tentunya mendongkrak perekonomian para petani khususnya di Kelurahan Pangkalan Kerinci Barat, di tengah Pandemi Covid 19.

"Polda Riau menggerakkan kelompok tani untuk memberdayakan lahan yang ada dengan menanam berbagai tanaman kebutuhan, memberikan bibit dan pelatihan," ucap Agung saat diwawancarai Kompas.com , Jumat lalu. Untuk penjualan hasil panen ini, sebut dia, pihaknya menjalin kerja sama dengan beberapa pembeli hasil panen, termasuk dari Persatuan Pedagang Jagung Bakar Pekanbaru. "Panen pertama sudah terjual 200 kilogram kepada Persatuan Pedagang Jagung Bakar Pekanbaru," sebut Agung.

Agung mengaku datang ke lahan tersebut pada awal menanam. Setelah 74 hari, dia bersama Gubernur Riau datang kembali untuk memanen. "Saya kembali lagi ke sini untuk melakukan panen raya dari program 'Jaga Kampung' yang sudah berjalan di Kabupaten Pelalawan ini," tutur Agung. Program ini, lanjut dia, tidak hanya di Pelalawan, tetapi juga menyasar 12 kabupaten/kota di Riau.

Bahkan, hingga di tingkat Polsek, sehingga luas lahan yang dikelola untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat semakin meluas. "Program ini untuk menjaga agar kampungnya kuat, pangannya cukup dan masyarakatnya sehat,untuk mewujudkan Riau yang kuat menghadapi Covid 19. Dan, luasan lahan yang sekarang di seluruh Riau sudah lebih dari 200 hektar yang dikelola," ucap Agung. Gubernur Riau Syamsuar menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas program ketahanan pangan oleh Polda Riau tersebut.

Ia pun berharap lahan lahan yang masih kosong agar dapat dimanfaatkan untuk bercocok tanam. "Harapan kami seperti ini ke depan, tanah telantar di kampung diproduktifkan dalam situasi pandemi Covid 19. Ini adalah bagian kita dalam rangka memulihkan ekonomi di Riau," kata Syamsuar kepada Kompas.com saat memanen jagung manis, Jumat lalu.

Wakil Ketua Kelompok Tani Harapan Jaya, Ali mengungkapkan rasa syukurnya atas program ketahanan pangan dari Polda Riau. Menurutnya, melalui program ini produktivitas kelompok tani bisa meningkat di tengah pandemi Covid 19. "Kami mengucap terima kasih kepada Polda Riau, karena telah membuat program ini.

Kami bisa hidup dengan program ini. Karena virus corona ini, kami terdampak dalam hal ekonomi dan kebutuhan hidup," ucap Ali saat diwawancarai Kompas.com , Jumat lalu. Ali dan para petani lainnya mengaku sangat terbantu dengan adanya lahan yang bisa digarap untuk bercocok tanam. Sehingga mereka memanfaatkan untuk menanam berbagai macam jenis tanaman, seperti jagung, gambas, kacang panjang, terong, kangkung dan juga ternak ikan.

"Kami juga berterima kasih telah dibantu seperti bibit, pupuk dan juga pelatihan. Jadi, sekarang kami sudah panen jagung dan hasilnya sangat memuaskan. Perkiraan kami hasil panen perdana ini mencapai empat ton.

Kemudian, sudah ada terjual 200 kilogram. Kami merasa bangga sekali lahan ini sudah membawakan hasil," pungkas Ali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *