Ibu Hamil Meninggal karena Corona, Sempat Live FB Keluhkan Ini : Nafas Sesak Ya Allah

Sebelum meninggal, seorang PDP Covid 19 yang merupakan ibu hamil ini sempat live Facebook. Ketika live Facebook, ibu hamil PDP Covid 19 ini mengeluh dengan napas tersengal sengal karena sesak napas. Sosok ibu hamil PDP virus corona ini merupakan perempuan asal Padang Sidempuan, Sumatera Utara.

Ibu hamilini sempat dirujuk ke RSUP Adam Malik di Medan pada Jumat (23/4/2020) pukul 23.40 WIB. Namun ketika diperjalanan, kondisi pasien makinmemburuk dan dikabarkan meninggal dunia sebelum sampai di Medan. "Suaminya menelepon saya tadi dan mengabarkan istrinya (pasien) meninggal dunia saat dalam perjalanan. Kabarnya di daerah Tebing Tinggi," ungkap kepala lingkungan setempat, K Ritonga, Sabtu (4/4/2020) seperti dilansir dari Kompas.com

Sebelum meninggal, pasien PDP corona ini sempat mengungah status di Facebook. Status FB tersebut ditujukan untuk walikota Padang Sidempuan. Ia menyebutkan bahwa ingin sekali dirujuk ke RSUD Medan.

Hal tersebut mengingat kondisi kandungannya yang sudah berjalan 6 bulan Tak hanya itu, menurut pasien PDP Covid 19 ini, fasilitas di rumah sakit Padang Sidempuan bisa dibilang kurang layak. Ditambah lagi, sesak napas yang diidapknya diakui ibu hamil ini semakin parah

"Untuk bapak walikota Padang Sidempuan tercinta, bapak Irsan. Tolonglah pak, kasih saya kesempatan saya untuk dirujuk ke Medan di rumah sakit yang lebih layak lagi, daripada di rumah sakit umum kota Padang Sidempuan ini." "Kasihan kandungan saya, fasilitas di sini juga kurang memdai. Kalau saya tahankan lama lama di sini yang ada saya cepat cepat mati konyol. Saya hanya ingin yang terbaik untuk kesehatan dan kandungan saya, sesak saya semakin parah di sini pak. Tolong perbantukan rujukan saya, terima kasih," tulis sang pasien PDP Covid 19, Jumat (3/4/2020).

Setelah menulis status FB, pasien PDP Covid 19 ini lantas live Facebook. Dalam live Facebook tersebut, terlihat kondisi ruang isolasi ibu hamil PDP corona tersebut. Menurutnya, ruangan isolasi di rumah sakit tersebut tidak layak untuk dipakai.

Pasien PDP Covid 19 ini pun tampak tersengal sengal ketika mengungkapkannya akibat sesak napas. Meski begitu ada tabung tabung oksigen yang digunakan untuk membantu pernapasan pasien "Sakit, ruangan rumah sakit kota Padang Sidempuan yang tidak layak dipakai. Ini ruangan rumah sakitnya, sesak ya Allah," ujar sang pasien.

Setelah itu, pasien PDP virus corona ini pun mengungkapkan pelayanan rumah sakit kepadanya. Seperti makanan dan minumannya. Minta minum saja 2 jam kemudian baru dateng, sesak ya Allah," ujar si pasien "Ini gimana mau makan nasinya keras. Orang yang sehat aja gak bisa makan ini, apalagi saya yang sedang sakit," tambahnya

"Ya Allah, Tuhanku, sesak. Tolong," ujarnya. Menanggapi keluhan yang disampaikan pasien melalui Facebook itu, pihak RSUD Kota Padang Sidempuan Tetty Rumondang membantahnya. Terkait ruangan isolasi yang dianggap pasien tidak layak, ia menganggap justru sebaliknya.

"Saya pastikan apa yang disampaikan pasien, 75 persen tidak benar. Itu ruangan yang digunakan pasien adalah ruangan VIP dan yang terbaik untuk kita jadikan isolasi," kata Tetty. Adapun terkait makanan yang dianggap nasinya keras, ia menyebut juga tidak benar. Pihak RSUD berdalih makanan yang diberikan kepada semua pasien sama dan sejauh ini tidak ada yang mengeluh.

"Pasien bilang nasinya keras, tapi itu semua yang diberikan kepada pasien dan tidak ada yang komplain. Jadi semua pasien di sini mendapat perlakuan yang sama," ucap Tetty.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *