Gigih Bekerja & Pantang Meminta-minta VIRAL Kisah Kakek 72 Tahun Penjual Kerupuk Rambak di Solo

Viral kisah penjual kerupuk rambak asal Solo, Jawa Tengah, bernama Sahli (72). Kisah tersebut diketahui dari video unggahan akun TikTok @solongangeni, Rabu (23/9/2020). Dalam video itu, penjual yang dipanggil Pak Sahli itu tertidur saat menanti datangnya pembeli.

Saat dihubungi, pengunggah bernama Muhammad Thoric itu membagikan cerita lengkapnya. Thoric mengaku sering bertemu dan membeli kerupuk rambak dari Pak Sahli. "Sebenarnya sering banget jumpa Pak Sahli, sampai beliau hafal aku."

Ia terakhir kali bertemu dengan penjual tersebut di depan Museum Radya Pustaka, Rabu. "Beliau dalam keadaan tertidur, bersandar di tiang, tanpa jaket, menanti pembeli," lanjut dia. Menurutnya, Pak Sahli sering memberikan nasihat dalam setiap obrolan mereka.

Thoric menyebut, penjual kerupuk rambak itu mempunyai seorang putri yang masih kuliah. "Pak Sahli punya anak satu perempuan, sedang kuliah di IAIN." "Putrinya bantu beres beres di rumah, sedangkan istri Pak Sahli kerja ikut orang di warung," paparnya.

"Pak Sahli sendiri rumahnya daerah Cemani. Masjid An Nahl ke timur, 300 meter kanan jalan," tambah Thoric. Dirinya berujar, Pak Sahli merupakan sosok pekerja keras dan rajin beribadah. "Pak Sahli orang yang gigih, beliau punya prinsip pantang meminta minta."

"Bahkan jika kita beri uang lebih saat beli rambak, pasti beliau langsung lebihkan pula rambaknya." "Alasannya biar bisa dibagi ke yang lainnya, biar lebih barokah," terang warga Solo itu. Thoric mengungkapkan, Pak Sahli mempunyai penghasilan yang tak menentu dari jualan kerupuk rambak.

Namun, kakek berusia 72 tahun itu tetap bersyukur atas rezeki yang diberikan padanya. "Beliau enggak bikin kerupuk sendiri." "Pendapatannya kadang Rp 70 ribu, kadang Rp 100 ribu."

"Kadang dapat pemberian dari orang orang baik," ungkapnya. "Kata beliau, 'jadi orang harus ridha, menerima seberapapun harus disyukuri'," tambah dia. Pak Sahli menjual setiap kerupuk rambaknya dengan harga Rp 3 ribu.

Menurut Thoric, pada Rabu kemarin dagangan Pak Sahli sepi pembeli. "Kemarin masih banyak (kerupuk rambaknya), aku sempat beli Rp 30 ribu," imbuhnya. Ia pun berharap agar dagangan Pak Sahli banyak yang beli, setelah dirinya mengunggah video itu.

"Semoga banyak orang orang baik merapat dan melarisi lapak Pah Sahli." "Sehingga, beliau bisa pulang lebih awal," ungkap dia. Thoric juga berharap, kisah Pak Sahli tersebut bisa menjadi inspirasi bagi orang lain.

"Semoga dari unggahan di sosial media, banyak orang termotivasi untuk lebih bersemangat dan berikhtiar dalam mencapai tujuan," pungkasnya. "Pak Sahli, di usia lbh dari 70th. Beliau tetap bersemangat berniaga, di tengah dinginnya malam di kota Solo. Malam itu, pukul 24.30 Pak Sahli tertidur di samping lapaknya terlihat letih dan terlelap.

Dan sepinya Slamet Riyadi malam ini, jadi saksi perjuangan seorang ayah. Maaf bapak, aku membangunkanmu aku ingin nglarisi kerupukmu. Tidak banyak, tapi setidaknya ini yang bisa kulakuin.

Beliau sangat ramah, sopan, terhadap anak muda. Temen temen di Solo kalo nanti jumpa beliau dilarisi ya, biar Pak Sahli lekas pulang. Semoga lelahmu berujung berkah pak, " tulisnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *