Edi Sukmoro Dicopot sebagai Dirut KAI, Berikut Perjalanan Karirnya

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir merombak jajaran direksi di PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Posisi Edi Sukmoro sebagai Direktur Utama KAI kini telah beralih dan dijabat oleh Didiek Hartantyo yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Keuangan. Pencopotan Edi dari posisi Dirut KAI tertuang dalam SK 142/MBU/05/2020 tentang Pemberhentian, Pengalihan Tugas, dan Pengangkatan Anggota Direksi KAI.

"Mengalihkan penugasan Saudara Didiek Hartantyo, yang semula sebagai Direktur Keuangan menjadi Direktur Utama Perusahaan Perseroan PT Kereta Api Indonesia, dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatan," isi dari salinan SK tersebut seperti dikutip Minggu (10/5/2020). Dilihat dari rekam jejaknya, profil Edi Sukmoro merupakan wajah lama di BUMN. Dia menjabat sebagai Dirut KAI selama dua periode sejak tahun 2014 atau sejak Menteri BUMN Rini Soemarno.

Sosoknya dianggap sebagai figur yang melanjutkan pembenahan besar besaran di tubuh KAI melanjutkan pendahulunya, Ignasius Jonan, yang kala itu didapuk menjadi Menteri Perhubungan. Di bawah kepemimpinan pria kelahiran Semarang 61 tahun yang lalu ini, KAI dikenal banyak mengadopsi teknologi di semua lini layanan dan operasi KAI. Sebelum berkarir di KAI, jebolan Teknik Sipil ITB ini sempat bekerja di PT PLN (Persero).

Di perusahaan setrum negara, Edi mengawali karirnya sebagai cost engineering hingga mencapai puncak karir sebagai Wakil Direktur Umum dan Manajemen di tahun 2009. Baru di tahun 2013, dirinya memutuskan berlabuh ke KAI sebagai Direktur Pengelolaan Aset Nonrailways. Saat itu, kepindahannya ke KAI tak lepas dari permintaan Ignasius Jonan untuk membenahi perkeretaapian Indonesia.

Awal Januari lalu atau saat Jakarta diterjang banjir besar, Edi sempat tersandung kontroversi. Edi dikritik lantaran karena diperlakukan seperti raja. Videonya yang naik getek berkursi saat meninjau banjir di Stasiun Bukit Duri dikecam warganet dan sempat menjadi trending topic.

“Intinya gini lah kami ini betul betul ingin melihat kondisi fasilitas kereta api yang memang pada saat ini bukan cuma satu titik, tapi di beberapa titik itu tergenang air sehingga kita betul betul prihatin concern, harus dilakukan tindakan cepat. Kalau enggak, mungkin kereta yang diparkir di situ malah bukan tidak bisa dioperasikan lagi, malah rusak,” terang Edi seperti dikutip dari Antara. Sebelumnya, isu perombakan direksi KAI sudah digaungkan sejak Desember 2019. Hal ini dikemukakan Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga di kantornya, Jakarta, Senin (16/12/2019). Awalnya perombakan direksi KAI diwacanakan pada tahun lalu, namun baru terealisasi tahun ini.

Selain posisi Dirut, Menteri BUMN mengangkat sejumlah nama untuk menduduki posisi lain, yakni: 1. Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Usaha yang sebelumnya dijabat Amrozi Hamidi, digantikan oleh Jefrie N. Korompis. 2. Direktur Niaga yang sebelumnya dijabat Dody Budiawan, kini digantikan oleh Maqin U. Norhadi.

3. Direktur SDM dan Umum dijabat oleh Agung Yunanto. Posisi ini sebelumnya ditempati oleh R. Ruli Adi 4. Direktur Keuangan telah diisi oleh Rivan Achmad Purwantono. (Sumber: KOMPAS.com/Ade Miranti| Editor: Bambang P. Jatmiko)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *