Dijual Cuma-cuma, Rumah di AS Ini Tak Laku, Ternyata Ada Kisah Horor di Baliknya

Meskipun telah ditawarkan dijual secara gratis, sebuah rumah di Louisiana, Amerika Serikat ( AS) tak laku laku. Ternyata berbagai cerita horor melatarbelakangi peristiwa tersebut. Dilansir dari Mirror Minggu (3/5/2020), pemilik rumah berjuang menjualnya secara gratis tetapi cerita cerita horor yang beredar soal rumah itu membuatnya susah laku.

Rumah ini dibangun pada 1930 an dan telah dikenal menyeramkan. Akibatnya, tidak ada seorang pun yang berani menempati meski tidak perlu mengeluarkan sepeser pun uang untuk membelinya. Salah satu mantan penghuni menyebut rumah itu dihantui oleh nenek buyutnya.

Konon, sang nenek sering mengaduk masakan yang ditinggalkan di dapur dan memindahkan panci panci di rumah. Sylvia McLain, salah satu agen perumahan dan co owner McLain Investments, membagikan foto rumah itu di Facebook untuk memikat calon pembeli. Akan tetapi, upayanya terhambat oleh banyaknya komentar warganet tentang cerita cerita horor yang pernah mereka alami di sekitar rumah itu.

Sylvia mengaku dia mendengar cerita cerita rumah itu dihantui seorang wanita tua, bahkan mantan pemilik rumah sampai mengundang pemburu hantu untuk mengusirnya. Tapi dia tetap berharap "riwayat rumah" bisa diselamatkan, dan menawarkan rumah itu secara gratis. Eks penghuni Dawn Vallot DeClout mengklaim rumah itu ditempati oleh roh nenek buyutnya, Adele, seorang wanita yang hidup sampai sekitar umur 90 dan dikenal suka mengerjakan urusan dapur.

Keluarga Dawn memiliki sebidang tanah seluas 647,5 meter persegi yang dibangun pada 1860. Nenek buyutnya meninggal di ruang depan pada 1967. Dawn yang keluarganya pindah di tahun 1980 an mengatakan, "Kami percaya (Adele) adalah hantunya, tapi dia tidak membahayakan sama sekali. Posturnya sekitar 120 an cm dengan berat 45 kg.

"Dia hidup sampai hampir 90 tahun dan dia selalu membereskan panci, seperti kalau Anda punya sesuatu di atas kompor yang ditinggalkan dan melihat ke dalam panci lalu mengaduknya. "Dia dikenal sering melakukannya, dan ketika kami tinggal di sana, kami selalu mendengarnya setiap kali mengaduk aduk panci ketika kami memiliki sesuatu di atas kompor." "Kamu bisa mendengar seseorang mengambil tutupnya tetapi tidak ada orang di dapur."

Sylvia berujar ada banyak desas desus di sekitar rumah, dengan "beberapa cerita menarik saat dihantui". Seorang calon pembeli hendak menempati rumah itu, tetapi dia berubah pikiran setelah mengetahui butuh biaya sekitar 64.000 poundsterling (Rp 1,13 miliar) untuk merenovasi rumah. Lalu penduduk setempat membandingkannya dengan rumah terkenal di Amityville, lokasi seorang pria menembak dan membunuh enam anggota keluarganya.

Sylvia mendapat ratusan tanggapan. Seorang warganet menulis, "Ya itu (dihantui). Saya mengalaminya tiga kali di sana dan temanku yang tinggal di sana mengalami lebih dari itu." "Kami benar benar mengalaminya bersama dan kami masih membicarakannya."

Warganet lain menimpali, "Kemungkinan cerita hantu akan tetap ada di sana dan siapa pun yang tinggal di rumah itu akan mengalaminya." Warganet ketiga mengatakan, mereka pernah mengunjungi rumah itu dan melaporkan "banyak suara aneh di langit langit dan dinding." Sylvia khawatir dia akan gagal menjual rumah itu, karena cerita cerita horor yang beredar membuat para calon pembeli menjauh.

Dia berkata, "Mungkin perlu dibongkar untuk memindahkannya kecuali jika benar benar ditutup." "Ini disayangkan. Kami tahu seseorang akan menghuni tempat yang bagus dengan nilai sejarah dan sedikit cerita." "Kami mungkin tidak akan merobohkan rumah. Kami mungkin akan merenovasinya atau mencarikan tempat, kecuali memang harus dirobohkan." (Aditya Jaya Iswara)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *