Aplikasi PAKKJ Kumpulkan 3.000 Alumni Kanisius Termasuk yang Tinggal di Jepang

Perhimpunan Alumni Kolese Kanisius Jakarta (PAKKJ) meluncurkan Aplikasi PAKKJ yang dalam kurun waktu lima hari sejak tanggal 1 Juni 2020 sudah terkumpul hampir 3.000 alumni Kanisius Menteng Jakarta Pusat termasuk yang ada di Jepang. Apa tujuan sebenarnya dari aplikasi tersebut? "Dulu kita banyak platform digunakan untuk para alumni, mulai mailing list, grup Blackberry, grup WhatsApp dan kini kita luncurkan aplikasi. Mungkin nanti 10 tahun mendatang lahir lagi yang lain sesuai perkembangan teknologi yang sangat cepat berubah," papar Juanito.

Dengan aplikasi tersebut para alumni Kanisus yang berjumlah sedikitnya 7.000 orang yang tersebar di berbagai negara diharapkan bisa terkumpul dalam satu wadah sehingga mendekatkan persahabatan satu sama lain, memudahkan komunikasi dalam keluarga besar alumni Kanisius. "Intinya ya kita buat database bagi semua alumni sehingga memudahkan komunikasi satu sama lain nantinya," kata dia. Aplikasi yang khusus untuk alumni Kanisius itu, dapat didownload gratis dan mudah oleh siapa pun.

"Namun yang bisa menggunakan tentu hanya alumni Kanisius karena saat mulai mengoperasikan harus ada approval dari adminnya terlebih dulu. Kalau tak ada approval tak akan bisa mengoperasikannya," kata dia. Cek dan ricek pasti dilakukan semua pihak terutama lurah setiap angkatan. "Jadi rasanya sulit masuk penyusup yang tak dikenal karena kita melakukan cek dan ricek berlapis di internal alumni Kanisus," ujar dia.

Berbagai informasi dan saling komunikasi dapat diperoleh melalui aplikasi tersebut sehingga setiap angkatan dan semua alumni dapat mengetahui apa yang akan terjadi di masa depan, misalnya ada seminar, jumpa reuni angkatan dan sebagainya. "Kini masih terus disempurnakan, karena masih fokus pada semua alumni saja. Mungkin di masa depan bukan tidak mungkin dimasukkan pula beberapa anggota kehormatan, misalnya pastor yang banyak memberikan masukan serta nasihat kepada kita dan sebagainya," tambahnya. Aplikasi PAKKJ tersebut sampai saat ini mendapat sambutan dengan sangat baik dari berbagai pihak sehingga keinginan bergabung dari pihak lain di luar alumni pun bermunculan.

"Maaf sekali aplikasi tersebut hanya untuk alumni Kanisus saja saat ini," katanya. Seperti disampaikan Juanito, mungkin saja dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat, 10 tahun mendatang muncul cara dan teknologi baru. "Setidaknya kita sudah berusaha membuat database yang terbaik dengan aplikasi ini nantinya dan perubahan pengurus pun di masa depan dengan teknologi yang lain pula, bukan tidak mungkin akan mengubah berbagai hal lainnya di masa mendatang. Kita lakukan terbaik untuk para alumni dulu pada saat ini, dengan database selengkap mungkin."

Sampai saat ini para alumni SMA tahun 1970 an pun masih aktif berkomunikasi satu sama lain bahkan juga kopi darat. Apalagi yang muda muda dengan segala energi yang masih ada, sangat aktif berkomunikasi satu sama lain hingga kini. PAKKJ merupakan wadah alumni para lulusan Kanisius yang resmi bernaung di bawah Yayasan Budi Siswa.

Yayasan Budi Siswa adalah pemilik dan pengelola SMP dan SMA Kanisius Jakarta. PAKKJ yang didirikan tahun 1991 mendukung berbagai kegiatan yang dilakukan oleh banyak kelompok alumni Kanisius lintas dalam berbagai bidang. Banyak kegiatan yang merupaka kegiatan lintas angkatan sehingga solidaritas antar angkatan tercipta dan terbina dengan baik.

Sekretariat PAKKJ terletak di lantai 5 gedung utama Kolese Kanisius Jakarta. Para alumni Kanisius tidak sedikit yang berada di pemerintahan seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia periode 2019 2024 Airlangga Hartanto dan mantan Gubernur Jakarta Fauzi Bowo. Diskusi mengenai Jepang dalam WAG Pecinta Jepang terbuka bagi siapa pun. Kirimkan email dengan nama jelas dan alamat serta nomor whatsapp ke: [email protected]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *