5 Juta Jadi Sorotan Politikus PDIP Gaji Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Rp 77

Besaran gaji direktur eksekutif manajemen pelaksana Kartu Prakerja yang mencapai Rp 77,5 juta menjadi perbincangan. Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rahmad Handoyo berusaha melihat polemik ini dari dua sisi. Pada satu sisi, dia menilai besaran gaji tersebut wajar. Menurutnya alasan dibalik besaran gaji tersebut juga tak lepas dari harapan pemerintah agar dalam program itu tidak terjadi korupsi.

"Mungkin untuk menghindarkan hal hal yang tidak diinginkan, atau menghindarkan moral hazard. Karena sudah digaji besar harapannya itu tidak tergoda hal yang tidak kita harapkan bersama. Meskipun itu tidak menjamin juga," kata dia. Di sisi lain, Rahmad menyoroti kenyataan masih banyaknya kritikan yang timbul dari masyarakat akan program Kartu Prakerja. Mulai dari proses hingga hasil program Kartu Prakerja tersebut dinilai tidak sepadan dengan besaran gaji yang diterima para manajemen pelaksananya. "Cuma masalahnya adalah gaji sudah begitu besar, tapi kerjanya tidak sesuai dengan harapan kita bersama. Nah itu menjadi pertanyaan. Itu perlu review eksekutifnya atau programnya, ya kita harus melihat bersama," jelasnya.

"Kritikan dari masyarakat itu ya harus kita dengarkan bersama. Terkait pekerjaannya, prosesnya, hasilnya yang dilatih atau materi yang dilatih itu tidak menunjukkan sesuatu hal yang bergaji sedemikian rupa," imbuhnya. Politikus asal Boyolali, Jawa Tengah itu kemudian menilai perlu adanya input kepada para manajemen pelaksana untuk mengelola, menjalankan, dan mendesain program itu benar benar sesuai dengan harapan masyarakat. Apalagi, kata dia, program Kartu Prakerja ini menanggung tujuan yang besar. Terutama dalam rangka mempersiapkan sumber daya manusia yang siap kerja atau para pekerja untuk bersiap kerja mandiri.

"Kita berharap karena gaji sudah besar cobalah mendesain program, melakukan sesuatu program itu yang benar benar dibutuhkan masyarakat dan terhindar atau paling tidak meminimalkan kritik kritik yang saya kira sangat masuk akal," tandasnya. Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meneken Peraturan Presiden nomor 81 tahun 2020. Perpres tersebut mengatur hak keuangan dan fasilitas bagi direktur eksekutif dan direktur pada Manajemen Pelaksana Kartu Pra Kerja. Dalam pasal 1 Perpres tersebut direktur eksekutif dan direktur program kartu Pra Kerja mendapatkan hak keuangan, fasilitas biaya perjalanan dinas, dan fasilitas jaminan sosial.

"Hak keuangan bagi direktur eksekutif dan direktur pada Manajemen Pelaksana Kartu Pra Kerja sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 diberikan setiap bulan," bunyi Pasal 2 Perpres tersebut. Besaran gaji direktur eksekutif mencapai Rp 77,5 juta, sementara direktur besaran gajinya mulai dari tertinggi Rp 62 juta dan terendah Rp 47 juta. Besaran gaji manajemen pelaksana Program Kartu Pra Kerja dijabarkan pada Pasal 2 ayat 2 Perpres tersebut.

Adapun bunyinya: (2) Hak keuangan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yaitu: A. Direktur Eksekutif sebesar Rp77.500.000,00 (tujuh puluh tujuh juta lima ratus ribu rupiah);

B. Direktur Operasi sebesar Rp62.000.000,00 (enam puluh dua juta rupiah); C. Direktur Teknologi sebesar Rp58.0OO.O00,00 (lima puluh delapan juta rupiah); D. Direktur Kemitraan, Komunikasi, dan Pengembangan Ekosistem sebesar Rp54.250.00O,00 (lima puluh empat juta dua ratus lima puluh ribu rupiah);

E. Direktur Pemantauan dan Evaluasi sebesar Rp47.000.000,00 (empat puluh tujuh juta rupiah); dan F. Direktur Hukum, Umum, dan Keuangan sebesar Rp47.000.000,00 (empat puluh tujuh juta rupiah). Besaran hak keuangan atau gaji tersebut telah dipotong pajak alias bersih. Pajak hak keuangan dibebankan pada Sekretariat Komite.

Sementara itu fasilitas perjalanan dinas direktur eksekutif diberikan setara dengan biaya perjalanan dinas jabatan Pimpinan Tinggi Madya. Fasilitas perjalanan dinas bagi direktur setara dengan biaya perjalanan dinas Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Peraturan Presiden tersebut mulai berlaku sejak diundangkan. Perpres ditetapkan Presiden pada 20 Juli 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *